FPO Sarankan Pemprov Kaltara Bangun Sekolah Khusus Olahraga

oleh
oleh

TARAKAN, Kaltaraaktual.com– Kontingen atlet Kalimantan Utara (Kaltara) yang menurunkan 29 atlet untuk 12 cabang olahraga (cabor) hingga kini hanya mampu meraih satu emas dan dua perak dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua

Medali emas disumbangkan oleh atlet menembak atas nama Nasruddin. Sementara  dua perak didapatkan oleh pasangan Muhammad Ikhwan-Rico Hamdani dari cabor layar, dan pasangan Nasruddin-Misran dari cabor menembak. Perolehan medali ini membuat posisi Kaltara bertengger di peringkat 32 dari 34 provinsi.

Sebelumnya pada 2016 lalu di  PON Jabar, Kaltara yang hadir sebagai pendatang baru kala itu, berhasil mendulang tiga emas, tiga perunggu dan menduduki peringkat ke-27. Jika dibandingkan prestasi atlet Kaltara yang berlaga di PON Papua kali ini tentu tak sebagus empat tahun lalu.

“Tolok ukurnya adalah bagaimana pembinaan atlet Kaltara yang dilakukan oleh KONI selama ini, terutama menjelang PON Papua. Tapi ya sudahlah, nasi sudah jadi bubur. Apa yang telah didapatkan atlet Kaltara di Papua tetap kita apresiasi dan bersyukur. Namun bagaimana ke depannya, ini yang harus kita pikirkan, khususnya KONI maupun Pemprov Kaltara,” kata anggota Forum Pemerhati Olahraga (FPO) Kaltara, Mansyur, (14/10/2021).

FPI menyarankan Pemprov Kaltara segera mendirikan sekolah khusus olahraga Atau sejenis Sekolah Khusus Olahragawan Internasional (SKOI) yang didirikan oleh Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) di Samarinda beberapa tahun lalu.

“Hadirnya sekolah khusus olahraga atau SKOI itu saya kira menjadi solusi yang tepat bagi Kaltara untuk jangka panjang. Ini sudah dibuktikan oleh Kaltim yang menjadi pembibitan atlet yang dimulai 2010, dan sebagian besar medali bagi kontingen Kaltim disumbangkan oleh alumni SKOI,” kata Mansyur yang juga menjabat sebagai Sekretaris PWI Kaltara ini.

Dirinya mencontohkan, pada PON XX/2021 Papua, SKOI Kaltim kembali mengirimkan alumninya dan berhasil menyumbangkan sejumlah medali untuk provinsi induk Kaltara itu. Pada PON XX Papua, Kaltim hingga 14 Oktober tercatat meraih 22 emas, 32 perak dan 40 perunggu dan duduk di posisi tujuh besar.

Mansyur melanjutkan, alumni SKOI Kaltim juga turut mengharumkan nama Indonesia di berbagai turnamen internasional. Salah satunya Asian Games 2018.

“Saran (Sekolah Khusus Olahraga) ini akan segera kami sampaikan (audiensi) ke Bapak Gubernur Kaltara. Kita juga melibatkan salah satu perintis berdirinya SKOI Kaltim, serta alumni SKOI Kaltim asal Kaltara dan lainnya. Ini wadah pembinaan jangka panjang ,” tegas Mansyur.

“Salah satu bentuk pembinaannya lainnya adalah bagaimana setiap atlet yang meraih prestasi baik di PON maupun di turnamen nasional dan internasional, hendaknya diberi insentif bulanan. Dengan catatan, atlet itu masih produktif berlatih dan bertanding,” tambah dia.

Untuk itu atas nama FPO Kaltara Mansyur berharap agar Pemprov Kaltara bisa menerima saran tersebut agar bisa meningkatkan prestasi atlet Kaltara yang berkelanjutan.

“Hal ini perlu dilakukan agar atlet-atlet Kaltara yang berprestasi di luar Kaltara dapat perhatian lebih, dan tidak tergoda dengan tawaran dari provinsi lain yang datang kepadanya. Seperti atlet renang Kaltara, Angel Gabriel Yus yang meraih emas di PON Jabar 2016 lalu. Sekarang malah membela DKI Jakarta di PON Papua, dan berhasil dapat satu emas dan satu perak,” pungkas Mansyur. (pri/KA)

x

Tinggalkan Balasan