Potensi Ekonomi Baru, Malinau Siap Berbenah Menyongsong IKN

oleh
oleh

MALINAU, Kaltaraaktual.com– Belum lama ini, Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo telah menetapkan pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

Sebagai daerah penyanggah, Kalimantan Utara (Kaltara) tentu harus berbenah dan mempersiapkan diri sedini mungkin, sehingga tidak menjadi penonton dalam memberikan sumbangsinya di IKN.

Untuk meihat kesiapan Provinsi Kaltara khususnya di Kabupaten Malinau sebagai penyanggah IKN, Aliansi Gerkan Pemuda Malinau menggelar diskusi panel dengan tema ‘Malinauku Berbenah Menyongsong IKN’, Sabtu (16/07/2022)

Dalam diskusi panel ini, sebanyak tiga nara sumber dari berbagai genre dihadirkan yakni Ernes Silvanus, Dolvina Damus dan M. Ilham Agang, untuk mengupas kesiapan Kabupaten Malinau menyongsong IKN dari berbagai sektor.

Ketua Panitia diskusi panel, Muhammad Agil menjelaskan, diskusi panel ini dilaksanakan untuk memberikan gambaran dan mensosialisasikan pemindahan IKN di Kaltim dari berbagai sudut pandang baik eksekutif, legeslatif, masyarakat hingga mahasiswa di Malinau.

“Karena, sejak IKN ini dirancang untuk membuka potensi ekonomi Indonesia secara keselutuhan, mendorong pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan,” jelas Agil

Tidak hanya itu, dikatakan Agil, pemindaham IKN ke Kaltim ini juga dapat menjadi simbol identitas bangsa serta pusat gravitasi ekonomi baru, yang dapat membawa multilit effect dengan menjadikan epesientrum pertumbuhan.

“Dengan begitu, pertumbuhan dari berbagai aspek di luar pulau jawa dapat merata, guna mendukung pembangunan Indonesia sentris menuju Indonesia maju 2045,” kata Agil.

Melalui diskusi panel ini pula, Agil menuturkan, ada banyak hal dikupas terkait kebijakan prmindahan IKN, yang mana saat ini persoalan pemindahan IKN ke Kaltim masih menuai pro dan kontra dari berbagai kalangan masyarakat.

“Pemindahan IKN ini anugerah bagi masyarakat Kaltara termaksud di Malinau, mengingat menuntungkan dari berbagai aspek seperti ekonomi, infrastruktur, pertanian dan lainnya,” tuturnya.

Agil memastikan, masyarakat Kaltara terutama di Kabupaten Malinau sangat mendukung dan menyambut baik pemindahan IKN ke Kaltim, meski saat ini masih ada keragun karena belum banyak yang mengetahui adanya progres pembangunan IKN.

“Namun, selaku pemuda di Malinau, kami berharap Pemerintah Provinsi Kaltara dan Pemerintah Daerah Malinau siap menyambut dan mensukseskan pembangunan IKN sesuai dengan intruksi Presiden dan amanat Undang-Undang IKN,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Malinau, Jakaria yang turut hadir dalam diskusi panel tersebut menegaskan, dengan adanya pemindahan IKN ini masyarakat di Kabupaten Malinau siap menyambut pembangunan IKN di tanah Borneo, khususnya di Kabupaten Malinau.

Terebih lagi, ditambahkan Jakari, saat ini masih ada asumsi bahwasanya masyarakat di Kaimantan belum mampu bersaing dengan para pendatang, jika pembangunan IKN di Kalimantan telah rampung.

“Mari kita buktikan, bahwa generasi milenial dan Z di Malinau mampu bersaing dalam menyongsong pembangunan IKN di Kalimantan,” tegas Jakaria.

Lanjut Jakaria, untuk mrnyamput IKN Pemerintah Malinau telah siap melakukan berbagai kebijakan demi meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Malinau, diantaranya dengan program peningkatan pendidikan wajib belajar, desa sarjana dan milenial mandiri.

“Kita mungkin tidak bisa menekan pekerja dari luar masuk ke Kalimantan, tapi paling tidak kita harus mampu bersaing dengan meningkatkan SDM yang ada di Mainau,” bebernya.

Jakaria berharap, diskusi panel ini dapat menjadi tonggak pola pikir masyarakat khususnya generasi milenial dalam menyongsong IKN, serta menjadikan kegiatan ini sebagai sarana motifasi meningkatkan SDM.

“Di diskusi panel ini akan dikupas tuntas potensi-potensi yang ada pada IKN dari berbagai aspek, jadi saya harap para generasi milenial yang hadir harus aktif dalam diskusi untuk meningkatkan SDM para muda-mudi di Malinau,” harapnya. (**)

Print Friendly, PDF & Email

x

Tinggalkan Balasan