Heboh Video Dugaan Kecurangan Proses Perhitungan Suara Pileg DPRD Tana Tidung, Bawaslu Tak Tinggal Diam

oleh
oleh
Tangkapan layar video viral proses perhitungan suara caleg DPRD Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara di duga terjadi kecurangan. Dalam tangkapan tersebut tampak suara partai dicoret karena tidak memperoleh suara namun diujungnya ada angka perolehan suara sebanyak 17 suara yang dituliskan pihak penyelenggara pemilu.

TIDENG PALE, Kaltaraaktual.com– Sebuah video viral di media sosial dugaan Kecurangan Pemilu, video bercaption Kecurangan Pemilu tolong viralkan, kami menuntut hak kami kini mulai menjadi perbincangan di kalangan masyarakat Tana Tidung.

Dalam video tersebut berdurasi satu menit, tampak seorang bapak dan ibu yang mengamuk di hadapan Panwas dan KPPS yang bertugas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 004 di desa Tideng Pale Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.

Unggahan akun tiktok @username145672893857902 memperlihatkan tuntutan pihak keluarga terhadap Panwas dan KPPS soal perhitungan surat suara calon legislatif Kabupaten Tana Tidung dari Partai Gerindra nomor urut 1 Rini Tika Novianti yang hilang.

“Aku tidak peduli, siapa ketua KPPS nya, dimana dia dan kita viralkan TPS 004 Desa Tideng  Pale Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung, orangnya curang,” teriak seorang wanita dalam unggahan itu.

“Kami orang KTT asli sini, jangan kamu begitu, mentang-mentang kami orang KTT kurang pengetahuan, kamu makan kami orang asli di sini, percuma tidak ada juga gunanya kamu bawa harta kami. Nenek moyang kami asli di sini nyumpah sama kamu,”teriak wanita tersebut.

Informasi yang dihimpun, total suara Rini Tika Novianti di TPS 004 Desa Tideng Pale Kecamatan Sesayap, Kabupaten Tana Tidung berjumlah 30 suara yang merupakan suara dari orang tua dan keluarga Rini Tika Novianti Calon Legislatif Partai Gerindra  tersebut, namun setelah penghitungan surat suara, perolehan suara Rini Tika Novianti di bawa 30 suara.

“Jadi masalah itu suara keluarga aku di TPS 004 itu, kami sekeluarga aja harusnya udah 30 di situ, dan sudah disumpah ditanyain memang keluarga memilih saya. Teman aku yang di desa itu juga ada suaranya dua dan ada bukti gitu loh,”terang Rini saat dihubungi, Kamis, (15/02/24).

Tangkapan layar video viral protes warga atas hak pilih suara di pemilihan legislatif DPRD Kabupaten Tana Tidung, Kalimantan Utara.

Dia juga mengatakan, tidak hanya Gerindra yang jadi korban Kecurangan, tetapi ada juga dari PSI yang mendapatkan perlakuan sama.

“Cuman enggak berani ngomong PSI pas kami ribut baru ngomong, dia tuh satu keluarga TPS 004 dan keluarganya ada sembilan orang yang memilihnya, sekalinya di TPS itu suaranya cuma satu. Jadi mungkin suaranya satu iyakan, sedangkan dia punya istri dan tidak mungkin kan istrinya lari nyoblos orang lain. Sama juga PKB, anaknya ini bernama Irianto ada juga keluarganya, mama bapaknya, masa sih  enggak milih dia. Bapaknya ngomong masa enggak mungkin orang tua ngak milih anaknya sendiri,”jelasnya.

Berkaitan dengan itu, Rini mencoba komunikasikan dengan Diskominfo⁩ Kabupaten Tana Tidung, namun tidak menemukan jawaban pasti.

“Kita ada chat ke Diskominfo Tanah Tidung langsung, namun jawaban diskominfo
itu gini, bukan urusan saya, tempat kami juga langsung dipantau,” terangnya.

Selain itu, ada juga video viral lainnya yang beredar, terlihat dalam video yang tersebar di WhatsApp memperlihatkan data rincian salah satu perolehan suara partai politik dan calon DPRD KTT dapil I dengan hasil dugaan kecurangan karena pada perolehan suara salah satu partai tersebut kosong atau tidak memperoleh suara yang dicoret namun pihak penyelenggara menuliskan di jumlah suara sah menjadi tujuh belas (17) suara.

Sementara itu terpisah Komisioner Bawaslu Tana Tidung Dika Ramdhani saat dihubungi terkait viralnya video dugaan kecurangan yang dilakukan oknum penyelenggara, akan ada proses evaluasi pemilu kedepannya.

“Oh yang video viral itu yah. Intinya, kami evaluasi menyeluruh terhadap seluruh pelaksanaan Pemilu,” ujar Dika, (15/02/24).

Dika juga menjelaskan, bahwa ketika nantinya ada laporan dugaan kecurangan pemilu di pileg DPRD KTT, pihaknya siap mempelajari dan menelusuri persoalan tersebut baik ketika memang nantinya ada bukti kuat dugaan unsur keterlibatan penyelenggara atau panwas atas persoalan yang beredar, maka semuanya ada sanksinya.

“Kami siap menerima laporan dugaan kecurangan pemilu termasuk hasil pencoblosan pileg DPRD KTT. Jadi pada prinsipnya dari KPPS hingga pihak lainnya yang bertanggungjawab atas proses pemungutan suara. Kalau yang melakukan itu adalah KPPS, tentu akan ada sanksi yang diberikan,” tukasnya. (***)

x

Tinggalkan Balasan