Upaya Pemerataan Pelayanan PDAM Nunukan, Kolaborasi Lintas Sektoral

oleh
oleh
Ilustrasi Pemerataan Pelayanan Air. Foto: ist

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Operasional pelayanan air Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan pada tahun 2024 ini sudah melakukan upaya-upaya pelayanan air dengan capaian tertentu.

Direktur Perumda Air Minum Tirta Taka Nunukan mengatakan, operasional pelayanan air bersih khususnya di Kecamatan Sebuku sudah mulai terlayani. Saat ini sudah 134 rumah warga teraliri sambungan air bersih di Desa Pembeliangan, Sebuku berkat kolaborasi dari Kepala Daerah, Wakil Ketua DPRD Kaltara (Andi M Akbar), Dinas Pekerjaan Umum, Balai terkait dan Perumda Tirta Taka.

“Jadi dengan itu 134 rumah warga terpasang sambungan air bersih dan berjalan terus, dari Januari, Februari Maret sudah dirasakan masyarakat disana. Itu diresmikan ibu Bupati (Hj Asmin Laura Hafid) dan juga berkat dorongan dan komunikasi dari ini Bupati dan pak Sekda selaku pengawas kita, pak Andi Akbar, yang terus bersinergi hingga kita bisa sambut dan maksimalkan,” kata Masdi, Selasa, (02/04/24).

Masdi melanjutkan, ada program sambungan bantuan subsidi pemasangan air bersih yang seharusnya biaya pemasangan normalnya sebesar Rp.2.200.000 tetapi karena bantuan subsidi hanya membayar Rp.487.000 dari 134 rumah yang sudah terpasang sambungan air bersih.

“Subsidi kita berikan ke masyarakat, ada peran bapak Andi M Akbar sebagai wakil DPRD Kaltara dapil Nunukan beliau respon dengan kondisi dan keadaan masyarakat,” lanjutnya.

Masdi juga menjelaskan, ada usulan dari Wakil Ketua DPRD Kaltara Andi Akbar dan Dinas Pekerjaan Umum dari tahun 2023 sampai tahun 2024 untuk program pengembangan penambahan jaringan air agar bisa masuk di RS Pratama Sebuku, PDAM Tirta Taka Nunukan juga sudah usulkan ke kementerian terkait.

“Tidak hanya itu beliau juga sudah mengkomunikasikan soal air yang di Nunukan Selatan dan Pulau Sebatik, untuk usulan yang ini sudah mulai digarap. Dananya 18 miliar perpipaan dari APBD dan dari sana APBN kemungkinan hampir 25 miliar. Tapi ini sudah mulai digarap, orang kementerian juga turun, konsultan juga sudah turun. Kita lagi berjuang semuanya. Dengan itu, baik¬† Nunukan Selatan, Sebatik Barat, Sebatik Tengah di Desa Aji Kuning, Nunukan kota. Ini semua proses garap sudah ada yang masuk pipanya,” jelas Masdi.

Sementara itu faktanya soal air baku memang Kabupaten Nunukan terdampak musim kekeringan, Masdi menyampaikan sudah mendapatkan informasi dan pemberitahuan dari BMKG bahwa memang beberapa bulan ini ada kekeringan air khusus Kabupaten Nunukan di Pulau Nunukan dan Pulau Sebatik hingga perkiraan musim kekeringan sampai di bulan April tahun ini.

“Beda dengan Kota Tarakan, wilayah empat Nunukan sekitarnya daerah tersebut tidak masuk dampak musim kekeringan tapi kita terus melakukan upaya-upaya pelayanan secara bertahap,” sebut Masdi.

“Kalaupun ada yang ingin mempertanyakan kinerja PDAM didepan forum. saya juga siap untuk menjawab dan prinsip saya tidak ingin banyak bicara tapi bekerja tapi kondisi alam tertentu kita juga terus berusaha untuk mengatasinya,” tegas Masdi.

Sekedar informasi untuk Kecamatan Tulis Onsoi dan Sebatik Barat ada pengembangan penambahan pipa jaringan, juga ada penambahan jumlah SR kepada masyarakat.  (**)

x

Tinggalkan Balasan