NUNUKAN, Kaltaraaktual.com- Andi Akbar – Serfianus, pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan nomor urut 1, periode 2024-2029 memiliki lima (5) misi untuk mewujudkan Kabupaten Nunukan lebih maju.
Calon Bupati Nunukan, Andi Akbar nomor urut 1, melalui Juru bicara Paslon GAAS, Iswan mengatakan Misi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan, Andi Akbar – Serfianus yang dikenal akronim (GAAS), memiliki 5 misi yang objektif dalam memajukan Kabupaten Nunukan lima tahun yang akan datang.
Misi pertama, meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul, berbudaya dan berkarakter. SDM aspek penting dalam mewujudkan keberlanjutan dan keberlangsungan dari sebuah Bangsa termasuk di daerah.
“Ketika kita geser kebutuhan bangsa khususnya di daerah, berkembang atau tidaknya sebuah daerah akan sangat bergantung pada seberapa berkualitasnya SDM lokal karena begitu krusialnya peranan aspek kesiapan manusia, tentunya misi pertama ini akan menjadi penentu keunggulan dan daya saing sebuah daerah,” kata Iswan, Minggu, (29/09/24).
“Ada peran pendidikan dan pelatihan dan itulah yang akan menunjang keunggulan dan daya saing SDM, penanaman karakter melalui sekolah sebagai pusat belajar dan budaya. Penguatan peran agama dalam kehidupan sosial bermasyarakat pastinya memperkokoh jati diri dan kepribadian. Kerja sama semua pihak, upaya ini nantinya meningkatkan kualitas SDM juga membutuhkan kerja sama dari semua pihak, khususnya keluarga dalam hal pemberian pendidikan dan keahlian, serta peran guru dan dari dorongan stakeholder,” sebutnya.
Misi kedua, meningkatkan infrastruktur dan konektivitas wilayah yang merata dan berkelanjutan, seperti yang kita ketahui, infrastruktur berkelanjutan adalah infrastruktur yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan (ESE) jangka panjang.
“Untuk merancang infrastruktur perkotaan dan perdesaan yang berkelanjutan, beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan adalah kondisi geografis dan demografis, ada kebutuhan masyarakat, ketersediaan sumber daya, perencanaan pembangunan, evaluasi dan pemeliharaan infrastruktur,” ujar Iswan.
Infrastruktur yang baik dan merata jelas sebagai fondasi yang kuat dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya Iswan infrastruktur memiliki peran strategis dalam menghubungkan berbagai wilayah di Kabupaten Nunukan, memperlancar arus barang dan jasa, serta membuka akses ke pasar yang lebih luas.
“Kita tau sendiri, kondisi geografis Kabupaten Nunukan, sangat jauh berbeda dengan Kabupaten dan Kota yang ada di Kaltara atau Indonesia lainnya, kondisi geografis kita terbilang banyak tantangannya karena letaknya terpisah oleh daratan dan lautan, untuk itu pentingnya pembangunan jaringan transportasi yang berkelanjutan, termasuk pembangunan jalan, jembatan, dan transportasi publik, pada kesimpulannya infrastruktur yang terintegrasi dan merata akan membantu meningkatkan konektivitas antar wilayah, mendukung pertumbuhan sektor ekonomi, serta menciptakan lapangan kerja baru,” terang Iswan.
Misi ketiga, meningkatkan perekonomian yang tangguh dan berbasis sumber daya lokal. Iswan menyampaikan bahwa misi ini mengoptimalkan peranan potensi desa, baik dari sisi potensi alam dan kerajinan UMKM lokal, mendorong desa-desa meraih status desa mandiri.
“Karena desa ini memegang kunci pengembangan ekonomi yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah. Di sinilah peran pemerintah angat penting, menjadi katalisator yang memfasilitasi proses transformasi sumber daya menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya.
“Selanjutnya berkolaborasi dengan lembaga penelitian kemudian untuk mentransfer pengetahuan dan praktik terbaik yang meningkatkan produktivitas dan nilai tambah sumber daya lokal. Ketika terpilih Pemerintahan dibawah kepemimpinan Andi Akbar – Serfianus komitmen mendorong pengembangan keterampilan dan kewirausahaan,” lanjut Iswan.
Misi keempat, meningkatkan tata Kelola pemerintahan yang lebih baik. Ini adalah suatu tugas penting bagi setiap negara dan pemerintah. Tata kelola pemerintahan yang baik berkontribusi pada transparansi, akuntabilitas, partisipasi masyarakat, efisiensi, dan pengambilan keputusan yang bijak.
“Tata kelola pemerintahan adalah upaya jangka panjang dan memerlukan komitmen dari pemerintah, masyarakat, dan lembaga swadaya masyarakat. Penerapan misi ini dapat membantu menciptakan pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan efisien, output nya mendukung pembangunan, pelayanan responsif dan kesejahteraan masyarakat,” kata Iswan.
Misi kelima, meningkatkan kualitas lingkungan hidup yang berkelanjutan dan responsif terhadap bencana. Misi ini memperhatikan dan memedulikan lingkungan dan pencegahan bencana.
“Melalui pengembangan dan penerapan regulasi lingkungan. Regulasi ini mencakup berbagai aspek seperti pengelolaan limbah, pencemaran udara dan air, serta perlindungan kawasan konservasi untuk mengurangi dampak negatif aktivitas manusia terhadap lingkungan, termasuk kolaborasi dengan kementerian terkait,” tuturnya.
Iswan juga mengatakan, pemeliharaan infrastruktur seperti sistem pengolahan air limbah, pengelolaan sampah, dan ruang terbuka hijau juga termasuk bagian dari misi lingkungan dan pencegahan bencana.
“Pembangunan infrastruktur hijau, sanitasi bertujuan untuk meningkatkan fasilitas pengelolaan limbah dan menciptakan ruang hijau yang sehat. Dan mungkin paslon Bupati dan Wakil Bupati Nunukan Andi Akbar – Serfianus yang menjadi satu-satunya peduli terhadap lingkungan,” katanya.
Iswan menyebutkan, misi peduli lingkungan juga termasuk menyebarluaskan informasi tentang pentingnya pelestarian lingkungan dan melibatkan masyarakat dalam upaya perlindungan lingkungan.
“Pasangan GAAS akan mendorong partisipasi masyarakat melalui kegiatan sukarela, seperti pembersihan pantai dan penanaman pohon. Misi lingkungan ini menunjukkan dan bertujuan untuk peningkatan kesadaran lingkungan serta memotivasi masyarakat mengambil tindakan yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan,” sebut Iswan.
Terkait bencana, tidak selamanya berbicara bencana hanya pada saat kejadian (fase bencana), banyak hal yang dapat dilakukan terutama melakukan upaya pengurangan risiko bencana (fase prabencana) secara responsif. (adv)
