NUNUKAN, Kaltaraaktual.com H.Hanafiah, menuturkan saat ini melihat rendahnya persatuan dan kesatuan membangun Nunukan membuat hatinya tergerak untuk bersikap saling menghargai diatas keanekaragaman dan membangun Nunukan, sosoknya merupakan putra salah satu suku asli kalimantan utara (Suku Tidung) yang sudah malang melintang di dunia birokrasi selama 37 Tahun lamanya.
Menurutnya Kalimantan Utara dikenal dengan provinsi yang kaya akan keanekaragaman suku dan sumber daya alam. khususnya di Kabupaten Nunukan yang terdiri dari berbagai suku yang ada, baik itu suku asli Tidung, Dayak, Bulungan kemudian suku perantau yakni suku Bugis, Jawa, Banjar, Daerah Timur, Lombok, Toraja, Buton dan lain-lainnya.
“Kabupaten Nunukan mencerminkan miniatur kebhinekaan pancasila, sesuai dengan semboyan negara Indonesia yaitu Bhinneka Tunggal Ika, yang artinya berbeda-beda tetap satu jua. Hal tersebut merupakan pondasi kita agar tetap menjaga toleransi dan persatuan kesatuan ditengah perbedaan yang ada,”terangnya Sabtu (4/7).
Selanjutnya ia mengatakan “Karena dengan hadirnya keberagaman masyarakat Nunukan dapat memberikan pengaruh dalam sendi kehidupan khususnya dalam membangun perekonomian yang pro rakyat. Tentu semua ada tantangan tersendiri untuk kita tetap mempertahankan adanya persatuan dan kesatuan dan meningkatkan sikap saling menghargai ditengah perbedaan yang ada,”ujar Hanafiah.
Jadi walaupun ada arus tantangan tersebut kita tetap sebagai warga negara yang baik agar tetap mempertahankan dan menjaga persatuan dan kesatuan ditengah perbedaan selain itu kita harus memegang teguh prinsip Bhineeka Tunggal Ika. Maka wajib hukumnya menghargai segala perbedaan yang ada. Ia sosok sederhana dan murah senyum ketika bertemu masyarakat, itulah kesan bagi mereka yang sudah berjumpa dan mengenalnya.
H. Hanafiah SE, M.Si yang lahir di Bulungan (Tanjung Selor) pada 22 Juli 1961, tepat 58 tahun yang lalu, ia lahir dari Suku Asli Tidung Kalimantan Utara. Terhitung sejak tiga kali pergantian Bupati Nunukan banyak kontribusi yang telah ditorehkan yakni salah satunya adalah inisiasi program ekonomi kerakyatan yang memberdayakan masyarakat Nunukan untuk menanam sawit dikala itu.
Hobi beliau suka berdiskusi dan bercengkrama dengan bawahan dan atasannya pada saat masih aktif sebagai Pegawai Negeri Sipil, pendidikan terakhir Strata II Administrasi Negara.
Ia mulai mengabdi untuk pertama kalinya di Kabupaten Nunukan pada tanggal 25 oktober tahun 1999 yang mana pada saat itu jumlah PNS hanya berjumlah 14 orang di nahkodai sekretaris daerah Nunukan Budiman Arifin beserta Pj Bupati Nunukan almarhum Bustaman Arham barulah kemudian di tahun 2001 H.Abdul Hafid Achmad memimpin Kabupaten Nunukan untuk pertama kalinya sebagai Bupati Nunukan.
Sosok H.Hanafiah tumbuh dari keluarga sederhana namun punya kontribusi sebagai putra putri daerah yang membangun Nunukan dalam ranah yang berbeda, tantenya Hj. Asmah Ghani adalah mantan wakil bupati Nunukan periode 2011-2015 serta Pamannya H. Arsyad yang merupakan perintis partai Golongan Karya (Golkar) di Nunukan.
Riwayat Pendidikan :
1. SD Negeri 1968-1973
2. SMP Tarakan 1974-1977
3. SMEA Negeri Tarakan 1977-1980
4. Strata I Ilmu Ekonomi Universitas Mulawarman 1980-1987
5. Strata II Administrasi Negara Universitas Mulawarman 2003-2005
Istri : Hj. Sri Kustarwati
Anak : Fitri
Riwayat Organisasi :
1. Ketua LPTQ Kabupaten Nunukan 2016-2019
2. Ketua Badan Pengelola Islamic Center Nunukan 2016-2019
3. Ketua Koperasi KPN Sejahtera 2005-2016
4. Ketua Badan Usaha Wakaf Indonesia Kab.Nunukan 2019-
Pengalaman Kerja:
1. Dinas PMD : Kasi Perekonomian Dpmd Bulungan 1993-1999
2. Dinas Perkebunan Bulungan : Kasi Produksi 1999-1999
3. Sekretariat Daerah : Pj. Kepala Sosek Setkab Nunukan 1999-2001
4. Sekretariat Daerah : Pj. Kepala Bagian Ekonomi Nunukan 2000-2002
5. Sekretariat Daerah : Pj. Asisten Ekonomi dan Pembangunan Nunukan 2002-2002
6. Sekretariat Daerah : Asisten Ekonomi dan Pembangunan Nunukan 2002-2005
7. Bappeda : Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Nunukan 2005-2012
8. Sekretariat Daerah : Asisten Ekonomi dan Pembangunan Nunukan 2012-2014
9. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Nunukan 2014-2016
10. Kepala Dinas Perhubungan Nunukan 2016-2017
11. Sekretariat Daerah : Asisten Kesejahteraan Rakyat Nunukan 2017-2019
12. Sekretariat Daerah : Asisten Administrasi Umum Nunukan 2019
13. Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayan Terpadu Satu Pintu Nunukan 2019-2020
Tanda Penghargaan :
1. Satya Lencana Karya Satya 10 Tahun Oleh Presiden RI Tahun 1999
2. Satya Lencana Karya Satya 20 Tahun Oleh Presiden RI Tahun 2011
3. Satya Lencana Karya Satya 30 Oleh Presiden RI Tahun 2017
Saat disinggung langkah apa yang akan dilakukan kedepannya H.Hanafiah menyampaikan soal harga dirinya sebagai salah satu putra daerah, ia merasa ada keterpanggilan untuk berkontribusi terhadap masyarakat demi menjaga kelestarian budaya dan memberdayakan putra putri asli Nunukan serta akan berusaha memberdayakan dan memaksimalkan ekonomi menengah kebawah.
“pertama, harus menjaga dan memelihara solidaritas dan sinergitas semua pihak. kedua, menjaga dan memelihara keharmonisan seluruh elemen masyarakat Nunukan. Ketiga, bagaimana nantinya mengoptimalkan dan membimbing pelaku UMKM di Nunukan serta bagaimana mewujudkan ASN yang berintegritas,”pungkasnya.
Motto :
“Jika Keberagaman Masyarakat Adalah Keharusan Maka Bersatu Kita Lebih Kuat Untuk Membangun Nunukan Yang Lebih Unggul”
*DIDI FEBRIYANDI, S.IP, M.AP


