BEM dan HMJ Poltek Nunukan Gelar Demonstrasi di Kampus, Ini Isi Tuntutannya

oleh
oleh

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Mahasiswa (PNN) Politeknik Negeri Nunukan yang tergabung dalam (HMJ) Himpunan Mahasiswa Jurusan dan (BEM) Badan Eksekutif Mahasiswa menggelar aksi demonstrasi di depan Kampus PNN, pada Senin, (03/10/22).

Ketua BEM PNN Andi Baso menyampaikan, Aksi ini merupakan tindak lanjut karena tidak diindahkannya Permohonan surat Hearing yang diberikan oleh BEM PNN Kepada Direktur  untuk mengadakan dialog langsung bersama mahasiswa yang telah diagendakan pada Senin, (03/10/22).

“Hal ini di prakarsai oleh BEM menyuarakan beberapa tuntutan dan aspirasi mahasiswa berkaitan dengan kebijakan-kebijakan Birokrasi Kampus,” ujarnya.

Andi Baso menerangkan, aksi yang dilakukan juga sebagai tindak lanjut karena adanya kebijakan kampus yang menurut ketua BEM merugikan mahasiswa.

“Aksi tersebut sebagai tindak lanjut dari pengurus HMJ kepada BEM karena ada kebijakan kebijakan dari birokrasi kampus merugikan mahasiswa,” ungkap Andi Baso.

Ketua BEM Politeknik Negeri Nunukan Andi Baso ketika melakukan orasi tuntutan. Ist

Ketua BEM PNN kembali menegaskan, surat tersebut tidak diindahkan oleh pihak kampus, maka mahasiswa  mendesak direktur untuk menemui dan berdialog langsung memenuhi aspirasi mereka.

“Atas rekomendasi dari setiap HMJ, kami selaku pengurus BEM menindaklanjuti hal tersebut dengan meyampaikan surat Permohonan Hearing Kepada Direktur PNN pada jumat, (30/10/22) yang selanjutnya dalam surat tersebut kami memohon untuk dilaksanakan Hearing pada Senin, (03/10/22),” tuturnya.

Dalam aksi ini Ketua BEM juga menyampaikan beberapa tuntutan yang tertuang dalam surat permohonan hearing kepada Direktur PNN, yakni tuntutan sebagai berikut:

1.Layanan Proses Pembelajaran 2.Layanan Administrasi Akademik 3.Layanan Kemahasiswaan dan Proyektivitas 60% Praktek dan 40% Teori
4.Kurangnya fasilitas disetiap Jurusan
5.Kebijakan Birokrasi Kampus
6.Transparasi dan Alokasi Anggaran
7. Akreditasi Perguruan Tinggi PNN dan Prodi

Menurut informasi BEM PNN dan keterangan manajemen kampus, Direktur PNN sedang berada di luar Nunukan, dan Masa aksi hanya ditemui oleh wakil Direktur II Dr Rafiqoh,  sehingga aksi menghasilkan  kesepakatan yang di tanda tangani oleh Wadir II dan ketua BEM untuk dijadwalkan Dialog langsung dengan Direktur PNN beserta jajaran dan mahasiswa akan dilaksanakan pada Selasa, (04/10/22) untuk mendengarkan tuntutan mahasiswa.

“Dari inisiasi kampus, kami diminta untuk tandatangani Nota Kesepakatan Tertulis yang oleh Wadir II dan saya (ketua BEM), dimana isinya mendesak dilaksanakan dialog langsung di hadiri Direktur bersama jajarannya,” ujar Andi Baso.

Seperti diketahui, PNN merupakan salah satu Perguruan Tinggi Vokasi yang ada di daerah Perbatasan, dengan harapan hadirnya PNN dapat mewujudkan mahasiswa yang berkualitas dan berkompeten.

Dengan demikian untuk menunjang kemampuan Mahasiswa dalam meningkatkan kualitas diri, mengasah keahlian agar lebih berkompeten, maka di perlukan pelayanan dari pihak kampus yang bermutu baik dari segi akademis melalui kemampuan dan keahlian dosen pengajar mumpuni dan profesional sesuai persyaratan dan spesifikasi, dalam aspek keahlian perlu di tunjang dengan kelengkapan fasilitas, seperti perlengkapan praktikum yang memadai, namun hingga kini menurut mahasiswa, manajemen kampus PNN belum mampu memenuhi. (erw/*)

Tinggalkan Balasan