TARAKAN, Kaltaraktual.com– Satuan Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Utara (Kaltara) melakukan penggeledahan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas pelabuhan (KSOP) Kelas III Tarakan di Jalan Yos Sudarso, Tarakan, Selasa (08/11/22).
Berdasarkan pantauan di lapangan, terlihat belasan polisi berpakaian dinas dan preman menyambangi Kantor KSOP, sejak masuk waktu Salat Magrib. Bahkan, Direskrimsus Polda Kaltara, Kombes Pol Hendy F Kurniawan terpantau berada di KSOP Tarakan.
Selain terdapat sejumlah aparat penegak hukum, di terlihat jelas Polis Line yang dipasang Polisi dibeberapa titik di Kantor KSOP Tarakan. Tidak hanya itu, satu unit mobil berplat merah dengan Nomor Polisi (Nopol) KU 1127 J tidak luput dipasangi Polis Line.
Selain itu, dari pengamatan di lokasi kejadian, terlihat tiga orang yang dibawa oleh petugas dari Polda Kaltara. Hanya saja, hingga saat ini belum diketahui siapa saja yang diamankan dan ada kaitan apa orang tersebut diamankan.
Berdasarkan informasi yang beredar, penggeledahan yang dilakukan jajaran Polda Kaltara itu berkaitan dengan adanya dugaan gratifikasi pembuatan Surat Persetujuan Berlayar (SPB), di Kantor KSOP Kelas III Tarakan.
Saat dikonfirmasi awak media, Kombes Pol Hendy belum mau membeberkan lebih jauh terkait penggeledahan tersebut. Namun, pihaknya membenarkan adanya penggeledahan yang dilakukan aparat penegak hukum di Kantor KSOP Tarakan.
“Iya benar (penggeledahan), tapi nanti ya, kita masih melakukan pemeriksaan mendalam,” kata Hendy, saat diwawancari awak media di halaman Kantor KSOP Tarakan.
Hendy menjelaskan, upaya penggeledahan yang dilakukan Ditkrimsus ini diduga berkaitan adanya gratifikasi dalam pembuatan SPB. Berdasarkan laporan yang ada, Ditkrimsus akhirnya membentuk tim untuk melakukan penyelidikan.
“Dari hasil penyelidikan itu kita dapatkan petunjuk, setelah itu kita lakukan pengembangan hingga penggeledahan, tapi nanti lebih detailnya tunggu pres rilis ya,” jelas Hendy.
Saat disinggung adanya tiga orang yang diamankan, perwira melati tiga itu kembali membenarkan hal tersebut. Bahkan, Hendy menerankan, ketiga orang yang belum diketahui identitasnya itu diamankan sementara di Direktorat Pengamanan Objek Vital (Dit Pam Obvit).
“Masih kita periksa ya, yang tiga orang itu kita amankan sementara di Dit Pam Obvit, nanti jelasnya disampaikan secara detail,” terangnya. (ilm/*red)


