NUNUKAN, Kaltaraaktual.com- Anggota DPRD Nunukan saat ini menjalankan reses Masa Sidang ke-II Tahun 2022-2023 ke daerah pemilihan (Dapil) masing-masing. Berbagai persoalan yang dibutuhkan masyarakat disampaikan kepada dewan yang turun ke lapangan.
Termasuk Anggota DPRD Nunukan Komisi II Hj Nikmah yang menggelar reses di beberapa Desa yang berada di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan.
“Ada beberapa titik reses yang saya lakukan dari tanggal 6-8 Maret, yang saya fokuskan di daerah pesisir,” ucap Hj Nikmah, Rabu, (08/03/23).
Dari hasil reses yang dilakukan, Nikmah menjelaskan selama ini masih banyak para nelayan tidak memiliki pas kecil kapal nelayan Gross Tonnage (GT) 7 kebawah dan keatas di Desa Tanjung Aru, Bukit Aru Indah, Sei Nyamuk dan Desa Sei Pancang. Sedangkan mata pencairan warga sebagian besar adalah nelayan, sehingga pas kecil kapal penting dimiliki sebagai dokumen resmi berlayar.
“Mata pencarian warga disini sebagian besar adalah nelayan, itu sudah saya koordinasikan ke Otoritas Syahbandar, Alhamdulillah sudah terhandle, pihak Syahbandar langsung melakukan pengukuran kapal,” jelas politisi partai Hanura ini.

Selain itu, dirinya mensosialisasikan bantuan-bantuan sosial, pemukat-pemukat juga mengeluhkan rusaknya pondasi rumput laut dibanuak tempat. “Kita mendengar keluhan rusaknya pondasi karena diduga adanya pemukat jangkar, mereka juga minta penerbitan penjemuran rumput laut yang di pesisir,” ujarnya.
Ketua fraksi Partai Hanura DPRD Nunukan ini juga menambahkan, aspirasi warga yaitu soal tempat pembibitan (rumah) rumput laut sehingga mempermudah usaha rumput laut, dirinya juga berkoordinasi dan menunggu tindak lanjut dari dinas terkait.
“Supaya jangan kita ambil lagi dari luar, tapi kita punya stok bibit rumput laut sendiri,, kita urus sendiri, tidak jauh-jauh lagi dan di Sei limau itu masalah jalan-jalan yang butuh peningkatan karena ini untuk akses perekonomian warga,” tambahnya.

Selama ini hasil-hasil aspirasi yang diperjuangkan Hj Nikmah yakni jalan-jalan tani yang bersentuhan langsung dengan perekonomian masyarakat sudah terealisasi. (ka)


