NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Pemerintahan Hj.Asmin Laura Hafid-H.Faridil Murad yang bertagline ADIL selain sektor Pendidikan, Kesehatan, PU, Ekonomi, UMKM, Perikanan, sektor Pertanian juga menjadi kefokusan pembangunannya selama ini.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Pertanian Kabupaten Nunukan, pada masa pemerintahan ADIL merealisasikan berbagai program dan bantuan bagi sektor Pertanian yakni sebagai berikut.
– Bantuan nendukung ketahanan pangan dalam upaya meningkatkan ketahanan pangan dan pengentasan daerah rentan rawan pangan bantuan cadangan pangan berupa beras 2017 2.5 ton, 2018-2019 16 ton Bantuan cadangan pangan berupa susu dan biskuit, 2017 sebanyak 168 kotak susu, 860 kotak biscult, 2018-2019 sebanyak 2.247 kotak susu, kotak biskuit jumlah anggaran pengembangan cadangan Pangan 2017 sebesar Rp258.160. 0000, 2018-2019 sejumlah Rp726.588.600. Bantuan modal usaha lumbung pangan 2017 sejumlah Rp55.576.000, 2019 sejumlah Rp80.000.000.
– Fasilitasi alsintan pra panen
dalam upaya mendukung meningkatkan produksi pertanian
Bantuan alsintan 2017 73 unit, 2018-2019 sevanyak 64 unit
Fasilitasi unfrastruktur pertanian (Air) dalam upaya meningkatkan produksi pertanian dengan memanfaatkan mata air sungai dan drainase untuk di konservasi dan dimanfaatkan sebagai suplesi Irigasi bantuan Irigasi
2017 15 unit, 2018-2019 sebanyak 43 unit
– Fasilitasi infrastruktur pertanian (Lahan) bantuan optimasi lahan 2017-2018 45 Ha dalam upaya meningkatkan produksi tanaman pangan bantuan pupuk, 2017 sejumlah 150 liter (POC), 3.500 Kg (Pupuk), sedangkan 2018-2019 sebesar 5.040 liter (ÞOc), bantuan benih padi, 2017 352 kg 2018 sebesar 23.300 kg, Bantuan pestisida, 2017 20 liter (Pestisida) 715 liter (Pestisida Organik).
– Fasilitasi sarana produksi perkebunan dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas perkebunan bantuan untuk sawit bantuan untuk lada
2017-2019 sebanyak 125 ton (pupuk) 2017 sebanyak 2800 kg (pupuk) 313 liter (pestisida), 120 liter (pestisida), 56 ton (kapur pertanian).
– Fasilitasi sarana produksi peternakan dalam upaya meningkatkan populasi dan produksi hasil ternak bantuan untuk populasi sap, 2017 300 dosis (1B bantuan), 150 ekor (kelahiran dengan IB), 2018-2019 sebanyak 400 dosis (1B bantuan), 7.051 dosis (IB swadaya 7 ekor (kelahiran dengan 1B)
Pengobatan ternak, 2017 2.500 ekor (pengobatan ternak dengan bantuan)
2018-2019 sebanyaj 4.500 ekor (pengobatan ternak dengan bantuan).
– Perkembangan produksi unggulan pertanian dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas perkebunan
Produksi ubi kayu produksi padi
2017 sebanyak 20,805 ton, 2017 28,231 ton, Tanaman, 2018 sebanyak 26,130 ton, 2018-2019 sebanyak 48,838 ton, 2019 sebanyak 26,927 ton, pangan produktivitas padi produktivitas ubi kayu, 2017 sebanyaj 49.02 kw/ha, 2017 sebanyk 219.00 kw/ha, 2018-2019 sebesar 82.09 kw/ha, 2018-2019 sebesar 540.140 kw/ha, Holktiklutura produksi pisang, produksi durian 2017 sebanyak 12,696 ton, 2017 sebanyak 1,498 ton, 2018-2019 sebanyak 8,630 ton, 2018-2019 sebanyak 17,158 ton, Produktivitas pisang, produktivitas durian 2017 sebanyak 128.50 kg/pohon 2017 seberat 62.96 kg/rumpun 2018-2019 sebanyak 100.00 kg/rum pun 2018-2019 sebanyak 280.00 kg/pohon peternakan populasi sapi 2017 sebanyak 9,182 ekor, 2018 sebanyak 9,723 ekor, 2019 sebanyak 10,004 ekor, sedangkan tingkat kematian ternak
2017-2019 mencapai 5.8 persen.
– Perkembangan produksi unggulan pertanian dalam upaya meningkatkan produksi dan produktivitas perkebunan.
Perkebunan produksi sawit, produksi jakao 2017 sebanyak 2,025,676. 85 ton, 2017=1,194.71 ton, 2018-2019 sebanyak 3,676,029.132 ton, 2018-2019 sebanhak 1,837.117 ton, Produktivitas kakao produktivitas sawit 2017 sebanyak 28.00 ton/ha, 2017 sebanyak 782.15 kg/ha, 2018-2019 sebanyak 1391.50 kg/ha, 2018-2019 sebanyak 44.86 ton/ha. Produksi kelapa dalam produksi lada 2017 sebanyak 175.11 ton, 2017-2019 sebanyak 109.149 ton, 2018-2019 sebanyak 635.125 ton.
Produktivitas kelapa dalam produktivitas lada 2017-2019 sebanyak 2364.64 kg/ha, 2017 sebanyak 642.13 ton/ha, 2018-2019 sebanyak 2200.00 ton/ha.
Kini ia maju dan ingin melanjutkan dan menuntaskan pembangunan di kabupaten Nunukan untuk Pilkada 2020 bersama dengan pasangannya yakni H.Hanafiah yang merupakan putra asli Kalimantan Utara sekaligus Birokrat tulen yang telah mengabdi selama 37 tahun silam sebelum masa pensiunnya, dengan mengusung tagline AMANAH untuk Nunukan. Keseriusan Bupati cantik ini untuk membangun Nunukan haruslah di acungi jempol.
***



