Debat Paslon Pilgub Kaltara, Yansen TP Pertanyakan Harmonisasi Pertahana

oleh
oleh
Suasana Debat Pertama Kandidat Paslon Pilkada Calon Gubernur dan Wakil Gubernur yang diselenggarakan oleh KPU Kalimantan Utara. Tarakan, (25/10/2020)

TARAKAN, Kaltaraaktual.com – Debat pertama Pilgub Kaltara 9 Desember 2020 yang diikuti tiga pasangan calon digelar di Kayan Hall Tarakan pada Minggu malam (25/10/2020).

Debat yang berlangsung sekitar satu jam setengah. Pada segmen kelima, Yahya Ahmad Zein selaku moderator memberikan kesempatan tanyajawab kepada sesama para kandidat.

Pada segmen tanyajawab tersebut, pasangan calon (paslon) nomor urut 3 Zainal Paliwang-Yansen Tipa Padan (ZIYAP) sempat menyinggung masalah harmonisasi kepemimpinan petahana Irianto Lambrie yang berpasangan dengan Irwan Sabri.

Beberapa waktu yang silam tepatnya 2017, publik Kaltara dibuat heboh oleh perseteruan kepemimpinan Irianto Lambrie dan Udin Hianggio semasa yang menjabat sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Utara.

Tetapi aksi tersebut tidak memakan waktu yang lama setelah dimediasikan oleh Pangdam VI Mulawarman. “Kepada paslon nomor urut 2 saya ingin bertanya, hubungan Gubernur dan Wakil Gubernur itu harus harmonis dan tidak boleh cerai, oleh karena itu di setiap Pilkada selalu disebut pasangan dan dalam Undang-Undang fungsinya saling melengkapi dan menggantikan, menurut Paslon nomor urut 2 bagaimana mewujudkan harmonisasi dan sinergitas antara Gubernur dan Wakil Gubernur, dalam mengelolah tata pemerintahan?,” tanya Yansen kepada paslon nomor urut dua, Irianto Lambrie-Irwan Sabri.

Mendapatkan pertanyaan, Irianto langsung memberikan jawabannya. Bahkan menurutnya mewujudkan harmonisasi itu tidak sulit karena sudah diatur Undang-Undang.

“Saat dilantik pada 2016 silam, saya sudah melimpahkan sebagian tugas dan tanggungjawab saya kepada Wakil Gubernur, seharusnya Wakil Gubernur juga bisa memahami akan tugasnya sesuai Undang-Undang,” jawab Irianto.

“Jadi Wakil Gubernur itu harus membantu tugas Gubernur, karena kedudukan wakil Gubernur itu dibawah Gubernur tapi bukan bawahan langsung Gubernur, itu Undang-Undang langsung yang mengatakan. Karena itu, untuk membangun harmonisasi, tidak hanya dari Gubernur tapi Wakilnya juga harus paham, karena bahaya sekali kalau Wakil Gubernur tidak paham tugas pokoknya,”lanjut Irianto.

Usai Irianto menjawab, kembali Yansen TP Cawagub nomor urut 3 ini menanggapi apa yang sudah dijawab oleh Gubernur Kaltara non aktif itu. Yansen menilai, memang benar tugas dan tanggungjawab Gubernur dan Wakil Gubernur benar sudah diatur, tapi fakta yang ada selama 5 tahun belakangan ini kita disaksikan drama yang tidak enak dan elok untuk disaksikan masyarakat Kaltara, karena mereka pasti akan mencontoh apa yang dilakukan pemimpinnya.

“Oleh karena itu, dengan kerendahan hati Zainal-Yansen ingin belajar, apalagi sebagai petahana tentunya sebagai petahana pasti pernah mengalami konflik, jadi bagaimana kira-kira mengembalikan harmonisasi”tanya Yansen.

Irianto diakhir kalimatnya mengatakan “Yang paling penting itu, untuk mengembalikan harmonisasi antara kedua belah pihak harus setara, saya dan wakil saya berkomunikasi dengan baik jangan sampai melewati batas kewenangan yang sudah diatur karena itu sangat berbahaya, sepanjang kita menegakkan aturan saya yakin hubungan itu bisa saling harmonis,”jawabnya.

***

Tinggalkan Balasan