TANJUNG SELOR – Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Kalimantan Utara, diproyeksikan untuk kebutuhan listrik jangka panjang.
Hal itu disampaikan, Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Utara, Ferdy Manurun Tanduklangi, kemarin.
“Nantinya PLTA ini kan mampu menghasilkan listrik 10.000 MW, ” tegas Ferdy.Sesuai asumsi, lanjut Ferdy, dan target, diproyeksikan untuk kebutuhan tenaga listrik di Kaltara dalam periode 10 tahun ke depan tumbuh berjumlah 7,2 persen per tahun, dan 20 tahun ke depan tumbuh 6,8 persen per tahun, sehingga kebutuhan tenaga listrik yang diperkirakan sekitar 647 Giga Watt Hour (GWh) pada 2017 akan meningkat menjadi 1.523 GWh pada 2025, 2.116 GWh pada 2030, 2.877 GWh pada 2035 dan pada 2037 mencapai 3.245 GWh.
“Untuk memenuhi pertumbuhan tenaga listrik yang tinggi itu, maka dalam periode 10 tahun ke depan diperlukan tambahan pembangkit dengan total kapasitas rata-rata sekitar 330 MW per tahun. Kemudian untuk periode 20 tahun kedepan rata-rata sekitar 443,4 MW per tahun. Dengan tambahan pembangkit listrik ini maka diharapkan kapasitas pembangkit di Kaltara meningkat dari sekitar 134 MW pada 2017 menjadi sekitar 3.419 MW pada 2027 dan 10.503 MW pada 2037,” ujar Ferdy. * ton.


