TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com– Masih di Antutan, Dalam kegiatan launching produk hilirisasi kakao Bupati Bulungan Syarwani, menyatakan akan menjadikan Desa Penjalin dan Antutan yang merupakan wilayah sentra perkebunan kakao menjadi wilayah Agro-Edu-Wisata.
“Agro Edu Wisata dapat menawarkan konsep pengalaman pada pengunjung tentang kehidupan di wilayah pertanian. Pengunjung dapat melakukan berbagai kegiatan yang dilakukan oleh petani di dua desa ini. Termasuk bagaimana proses pengolahan biji kakao dari awal hingga menjadi produk coklat,” ujar Bupati Syarwani, (22/05/24).
Menjadikan Desa Pejalin dan Antutan menjadi kawasan Agro-Edu-Wisata merupakan konsep pembangunan berkelanjutan berwawasan lingkungan.
“Sehingga Orang datang ke Pejalin dan Antutan tidak hanya melihat pohon kakao-nya saja. Bisa menikmati coklat panas atau produk coklatnya bisa menjadi oleh-oleh khas dari desa ini,” tuturnya.
Selain itu potensi pengembangan sektor pertanian di kawasan kehutanan Kabupaten Bulungan sangat luas. Bahkan pemerintah pusat telah melegalisasi pengelolaan kawasan hutan seluas 4.600 hektar di Kabupaten Bulungan untuk pengembangan sektor pertanian.
Lahan kita sangat luas untuk kita kembangkan untuk lahan pertanian. Kabar baiknya, ada 4.600 hektar yang diberikan untuk pengembangan kawasan pertanian di Kabupaten Bulungan. Dari 10 ribu hektar yang diberikan pemerintah pusat untuk Provinsi Kaltara hal ini sangat mendukung upaya kita dalam pengembangan sektor pertanian.
Program ketahanan pangan Kabupaten Bulungan, tidak hanya berbicara tentang komoditas padi maupun coklat saja. Pengembangan komoditas pertanian lain juga terus dilakukan dengan menyesuaikan potensi yang dimiliki, hal tersebut mendapat perhatian dan dukungan serius Kementrian Pertanian.
“Jika ingin melihat produk hilirisasi biji kakao menjadi coklat datanglah ke Desa Pejalin dan Antutan. Belilah produk yang dihasilkan oleh para petani kita,” tukasnya. (bs/*)


