Memimpin Diawal Transisi hingga Dua Periode, Bupati Laura Sebut Jadi Wanita Harus Kuat

oleh
oleh
Bupati Nunukan dua periode 2016-2020 2021-2024, Hj Asmin Laura Hafid, mengenakan pakaian adat Suku Tidung, Kalimantan Utara.

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com- Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid mengungkapkan rasa harunya dalam merayakan Hari Ulang Tahun Kabupaten Nunukan ke-25 Tahun di masa akhir jabatannya.

“Tentu terharu karena ini adalah tahun terakhir saya merayakan HUT Kabupaten Nunukan,” ungkap Asmin Laura dalam sesi wawancara di ruang paripurna, Sabtu (12/10/24).

Laura menyebutkan dalam pidatonya juga melakukan refleksi atas capaian dan tantangan selama 8 tahun memimpin Kabupaten Nunukan.

“Saya merasa sudah sangat luar biasa apa yang telah saya persembahkan untuk pembangunan Kabupaten Nunukan, baik berupa gagasan, ide, implementasi kebijakan, dan sebagainya. Ini yang patut kita syukuri bersama,” tambahnya.

Baca Juga  Program Penguatan Literasi Bagi Siswa di Nunukan Berjalan Positif

Terharu dengan capaian yang diraih, Bupati Laura mengakui masih terdapat beberapa hal yang belum maksimal, terutama dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti air dan listrik.

“Meskipun progresnya meningkat setiap tahun, persoalan air di Nunukan lebih kepada faktor cuaca,” jelasnya.

Hj Asmin Laura Hafid juga menyampaikan beberapa tantangan yang dihadapi selama memimpin, seperti masa transisi pemerintahan dari Kalimantan Timur ke pemerintah provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2016 dimasa dirinya pertama kali menjabat sebagai Bupati Nunukan, pengalihan kewenangan ke provinsi dan pusat akibat Undang-Undang 23 tahun 2014, dan pandemi COVID-19.

Baca Juga  Dua Anggota DPRD Bulungan Dituding Terlibat Pengeroyokan Buruh Tani di Kafe Nara Gogi Yuk

Terkait dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), Asmin Laura menyatakan bahwa IPM Kabupaten Nunukan mengalami peningkatan setiap tahunnya, kecuali pada tahun 2020 akibat pandemi.

“Peningkatan ini dicapai melalui fokus pada pendidikan, kesehatan, dan ekonomi,” jelasnya.

Sebagai pesan kepada pemimpin selanjutnya, Asmin Laura berharap agar apa yang sudah baik dilanjutkan, dan yang tidak baik dievaluasi.

Baca Juga  Lima Lintas Tokoh Agama Puji Malinau, Miniatur Indonesia yang Hidup dalam Keberagaman

“Harapan saya, pemimpin selanjutnya dapat melayani masyarakat dengan hati yang tulus dan ikhlas, karena memimpin di daerah perbatasan dengan segala tantangan dan dinamikanya tidaklah mudah,” pungkasnya.

Asmin Laura juga mengungkapkan kesan mendalam selama memimpin Kabupaten Nunukan, yaitu belajar menjadi wanita yang kuat dan belajar tentang keikhlasan serta kesabaran dalam melayani masyarakat.(*)

Tinggalkan Balasan