MALINAU, Kaltaraaktual.com- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malinau, Ernes Silvanus, membuka secara resmi seminar Peningkatan Potensi Pendidikan bertema “Membangun Masa Depan yang Lebih Baik dan Sumber Daya Manusia yang Unggul dan Berdaya Saing” di Balai Adat Desa Belayan, Kecamatan Malinau Selatan, Sabtu, (31/01/26).
Sekda Ernes mengapresiasi inisiatif Pemerintah Desa Belayan bersama pemuda, lembaga adat, dan masyarakat yang menggagas kegiatan tersebut. Ia menilai seminar ini mencerminkan kepedulian kolektif terhadap masa depan generasi muda di tingkat desa.
“Yang paling penting bukan hanya pelaksanaannya, tetapi ide dan kepedulian di balik kegiatan ini. Ini menunjukkan pemerintah desa, pemuda, dan orang tua sudah berpikir jauh ke depan tentang masa depan anak-anak Belayan,” kata Ernes.
Ia menegaskan bahwa pendidikan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fondasi utama dalam membangun masyarakat yang unggul dan berdaya saing. Karena itu, menurut dia, perubahan pola pikir masyarakat menjadi hal mendesak, termasuk menghapus stigma lama yang membatasi pendidikan anak, khususnya anak perempuan.
“Tidak boleh lagi ada anggapan anak perempuan cukup bisa baca tulis lalu ke dapur. Semua anak, tanpa kecuali, harus kita dorong untuk terus sekolah,” ujarnya.
Selain isu pendidikan, Ernes juga menyoroti berbagai ancaman sosial yang membayangi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba, judi daring, pinjaman online, pelanggaran lalu lintas, hingga perkawinan usia dini. Ia menyebut banyak kasus kriminal dan persoalan sosial berakar pada rendahnya pengetahuan dan lemahnya ketahanan sosial masyarakat.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), Ernes mengingatkan pentingnya menjaga nilai adat dan adab. Menurut dia, kemajuan teknologi tidak boleh menggerus identitas budaya.
“AI bisa menggantikan kecerdasan dan keterampilan, tetapi tidak bisa menggantikan adat dan adab. Budaya adalah jati diri kita,” kata dia.
Ia pun mengajak generasi muda untuk bangga terhadap identitas lokal, tidak malu mengenakan atribut adat, serta aktif melestarikan kesenian dan budaya daerah. Ernes berharap seminar ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan mampu mendorong perubahan nyata bagi masa depan generasi muda Desa Belayan.
Sementara itu, Ketua Panitia Yonatan mengatakan seminar ini merupakan hasil kolaborasi antara pemuda, lembaga adat, dan Pemerintah Desa Belayan. Kegiatan tersebut, kata dia, dirancang sebagai upaya preventif untuk melindungi generasi muda dari berbagai ancaman sosial.
“Kami ingin generasi muda Belayan tidak terjebak narkoba, judi online, dan perkawinan usia dini. Kegiatan ini sudah lama kami rencanakan dan kami harap bisa terus berlanjut setiap tahun,” ujar Yonatan.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Malinau, Pemerintah Desa Belayan, serta para narasumber dari unsur kepolisian, perangkat daerah, dan lembaga adat yang mendukung penuh terselenggaranya seminar tersebut.
Seminar ini diikuti oleh pelajar SD, SMP, SMA, mahasiswa, pemuda-pemudi, tokoh adat, tokoh perempuan, serta masyarakat Desa Belayan. Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun SDM Desa Belayan yang lebih unggul, berkarakter, dan berdaya saing di masa depan. (diskominfo/red)


