Praktik Terbatas, Akses Terhambat, H. Ladullah Sorot Minimnya Sarana SMK di Kabudaya

oleh
oleh

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Ladullah, menyoroti keterbatasan fasilitas pendidikan di sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Kabupaten Nunukan khususnya di wilayah Kabudaya. Hal itu disampaikannya usai menyerap aspirasi dalam kegiatan reses.

Dalam dialog bersama para siswa, Ladullah mengaku menerima banyak keluhan, terutama terkait keterbatasan laboratorium. Di salah satu SMK, kata dia, hanya tersedia satu laboratorium yang digunakan secara bergantian oleh seluruh jenjang kelas.

“Pertanyaan yang muncul cukup banyak, termasuk soal kesenjangan laboratorium di setiap sekolah. Bahkan ada SMK yang hanya memiliki satu laboratorium,” ujar Ketua Fraksi PKS DPRD Kaltara itu.

Baca Juga  Efisiensi Pusat Tekan APBD 2026, DPRD Kaltara Ingatkan Fokus pada Program Prioritas

Menurut dia, kondisi tersebut menyulitkan proses belajar mengajar. Dengan hanya satu laboratorium, penggunaan oleh siswa kelas I, II, dan III harus dilakukan secara bergiliran sehingga praktik pembelajaran tidak berjalan optimal.

Ia menilai persoalan ini perlu menjadi perhatian serius pemerintah daerah, mengingat SMK menitikberatkan pada pembelajaran berbasis praktik. Keterbatasan fasilitas dikhawatirkan berdampak pada kualitas kompetensi lulusan.

Selain laboratorium, Ladullah juga menerima aspirasi mengenai minimnya armada bus sekolah. Di salah satu SMK, hanya tersedia satu unit bus untuk melayani hampir 700 siswa, terutama yang berasal dari luar daerah seperti Semanggaris dan Sebakis.

Baca Juga  H. Hamka Soroti Akses Jalan BP Rusak karena Sering Dilalui Truk Pengangkut Material

“Memang tidak semuanya menggunakan bus, tetapi rata-rata yang naik adalah siswa dari luar daerah yang tidak memiliki kendaraan pribadi,” katanya.

Keterbatasan armada, lanjut dia, berpotensi memengaruhi kedisiplinan waktu belajar. Jika bus harus bolak-balik menjemput siswa, sebagian di antaranya berisiko datang terlambat ke sekolah.

Sebagai wakil rakyat, Ladullah menyatakan akan membawa persoalan tersebut ke tingkat pemerintah provinsi. Ia mendorong adanya penambahan fasilitas laboratorium dan pengadaan bus sekolah, khususnya bagi sekolah dengan jumlah siswa besar dan jarak tempuh yang jauh.

Baca Juga  Anggota DPRD Kaltara Menerima Silaturahmi Kepala Kejati

Ia berharap pemerintah provinsi dapat memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah di wilayah pedesaan. Menurut dia, tambahan bus sekolah setidaknya dapat meringankan beban siswa yang harus menempuh perjalanan jauh setiap hari.

“Kalau tidak bisa banyak, minimal setiap sekolah memiliki bus sekolah yang memadai. Anak-anak dari desa kalau setiap hari naik motor tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit,” tukasnya. (**)

Tinggalkan Balasan