NUNUKAN, Kaltaraaktual.com Hebohnya pemberitaan baik di media online, youtube dan media lainnya karena menyoroti dan memberitakan patok perbatasan RI-Malaysia telah bergeser atau dicaplok oleh Negara tetangga Malaysia. Dansatgas Pamtas Yonif 623/BWU Letkol Inf Yordania, menginstruksikan agar Patop Satgas Lettu Ctp Abdul Masdar turun langaung di lapangan guna memastikan patok batas negara di Sebatik masih berada di tempatnya, tidak bergeser sedikitpun, (9/9/2020).
Sudah barang tentu sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan yang bertugas untuk melindungi dan menjaga kedaulatan negara di perbatasan Negara. Termasuk memastikan patok batas negara yang telah disepakati kedua negara RI-Malaysia tidak bergeser sedikitpun dari tempat awalnya baik ni.
Menurut Satgas Pamtas Yonif 623/BWI ada 148 patok dan merupakan tanggungjawab Yonif 623/BWI. Dibalik penelusuran dan pengecekan langsung oleh Patop Satgas bersama Wadan Satgas Pamtas Yonif 623/BWU Kapten Inf Priya Firmansyah, Pasi Intel Lettu Inf Burhan, Dan SSK I Kapten Inf Salim dan Batih SSK I Sertu Rubi menyimpulkan fakta pemberitaan beberapa hari ini di media online, youtube dan media lainnya adalah hoaks dan tidak benar.
Dansatgas Pamtas Yonif 623/BWU mengatakan berita tentang patok yang bergeser dan dicaplok Malaysia adalah hoaks.
“Saya sudah perintahkan Perwira Topografi Satgas Pamtas Yonif 623/BWU untuk mengecek langsung di Sebatik dan tidak ada patok batas negara yang bergeser,” ujar Dansatgas.
Lebih lanjut disampaikan Dansatgas bahwa Satgas Pamtas Yonif 623/BWU baru saja menyelesaikan patroli patok di Sebatik dan tidak ada pencaplokan patok batas negara oleh pihak negara lain.
“Seharusnya dalam membuat berita berdasarkan fakta bukan asal buat dan menyebar hoaks. Lebih baik bertanya kepada kami apabila ada berita yang meragukan tentang patok perbatasan di sepanjang perbatasan RI-Malaysia sektor timur di Kabupaten Nunukan,” bebernya.
Sedangkan menurut penuturan Bapak H. Hambali Kepala Desa Seberang, Kec. Sebatik Utara, Kab. Nunukan mengatakan bahwa berita di media online, youtube dan media lainnya yang menyatakan ada patok batas negara telah dicaplok oleh Malaysia dan ada patok di Sebatik yang bergeser adalah hoaks.
“Tidak ada patok batas negara yang bergeser di wilayah kami Sebatik Utara. Informasi yang beredar di media online, youtube dan media lainnya adalah tidak benar,”pungkas Hambali.
****


