NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– DPRD Kabupaten Nunukan menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas keluhan peternak daging ayam lokal terkait maraknya pasokan ayam beku dari luar daerah, di ruang rapat Ambalat, Selasa (17/01/23).
Pimpinan rapat Wilson membuka RDP tersebut, rapat ini juga menghadirkan
Asosiasi peternak ayam lokal Nunukan, Dinas Perdagangan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan serta dari Balai Karantina Pertanian.
Sultan Tadem mewakili Asosiasi peternak ayam lokal Nunukan mengatakan, dari asosiasinya 85 Peternak populasi ternak 150 doc diseluruh pulau Nunukan. Doc 5000-8000. Rata-rata 56 ribu masuk perbulan serta 1100 perhari 34/35 Ribu perkilo.
Namun kata Sultan Tadem, persoalan yang dihadapi saat ini adalah masuknya pasokan ayam beku dari luar daerah yang mengakibatkan pengusaha dan peternak ayam lokal merugi.
“Sudah terjadi, ada yang mendatangkan ayam beku dari luar. Padahal peternak ayam lokal Nunukan sudah menyediakan ayam segar, seharusnya pemerintah harus antisipasi kalau terjadi banjir ayam,” kata Sultan Tadem.
Ia menyampaikan, mata rantai pemasaran ayam terganggu akibat adanya ayam beku dari Surabaya. “Untuk itu pihaknya meminta agar pemerintah melindungi peternak lokal. Lebih baik membeli produk lokal. Kedepannya persoalan ini jangan terjadi lagi,” ucap Sultan Tadem.
Harapannya supaya ada aturan hukum yang menanungi ternak ayam potong lokal. Kebijakan pemkab melakukan proteksi kepada peternak lokal. “Kami bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, namun Kami juga meminta penjelasan dari pemerintah. Peternak mengalami lembab panen dan kerugian,” katanya.
Senada dengan itu, Susanto mengatakan, pihaknya tidak berbuat banyak, sehingga mengalami kerugian puluhan juta rupiah. “Sekarang kami tidak bisa berbuat apa-apa kami mengalami kerugian hingga puluhan juta dan berdarah-darah. Kami bingung memasarkan. Jujur saja ayam beku itu menguntungkan pihak luar bukan orang lokal,” beber Susanto.
Untuk kandang per-bulan doc yang masuk 35-45 ribu perbulannya. Penjualan kami perhari 1000-1300 perekor perharinya, jumlah kandang 60 kandang. Perbulan kami jual 40.000 ribu ekor ayam potong.
Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Nunukan menjelaskan, bahwa pemerintah menggalakkan mengendalikan inflasi. Termasuk ketersediaan bahan pokok di daerah.
“Terkait keluhan, kami juga sudah melakukan operasi pasar, untuk menjaga ketersediaan pasar. 1700 kilogram dari luar. Kita coba akan usulkan perda untuk proteksi, akan ada kajian teknis. Mudah-mudahan tidak memicu sentimental, kita memang prioritaskan prodak dalam negeri. Termasuk dari lokal” jelasnya. .
Pastinya dalam pertemuan ini dapat supaya terang dan jelas persoalan. sehingga hal ini dapat mengakibatkan terganggunya panen di kandang ayam-ayam potong kita di sini ayam.
“Hal-hal yang kami sampaikan kami mohon kebijakan pemerintah daerah untuk melindungi seluruh peternak lokal yang ada di Nunukan ini kami merasa begini apabila pengusaha dan perusahaan peternak dari penjual daging ayam di Nunukan ini membeli ayam dari luar daerah secara otomatis uang yang kita keluarkan pengusaha ini akan mensejahterakan peternak luar Nunukan apabila pengusaha dan pedagang ayam di Nunukan ini membeli produk-produk lokal tentu uang itu akan menceritakan peternak di dalam wilayah Kabupaten Nunukan ini,” tambahnya.
Menanggapi persoalan tersebut, wakil ketua DPRD Nunukan Burhanuddin mengatakan, salah satu prinsip ketahanan pangan yang saya pahami bahwa tidak mau kekurangan stop di lapangan itu prinsip-prinsip ketahanan pangan mudah-mudahan saya tidak salah bahwa dia tidak mau kekurangan stok di lapangan sehingga menimbulkan gejolak.
“Dari manapun sumbernya harusnya dibuka. Kalau ketahanan pangan ini ada dua ketahanan pangan dengan apa bidang peternakan sedikit walaupun satu instansi tapi mungkin pola-pola pandangnya sedikit berbeda itu yang pertama kemudian yang kedua ternyata dari versi peternak bahwa dia mampu atau cukup bisa untuk menstabilkan stok sepakat Pak ya cuma memang perlu kita garis bawahi bahwa ini harus menjadi catatan bahwa produksi itu tidak bersamaan kadang tiba-tiba bersamaan langsung segar semua besoknya kosong regulasi pengaturan kapan bisa pemotongan kapan ini harus harus stabil karena kalau tiba-tiba stok banyak jual segar banyak melonjak harga apa murah harga karena kenapa pasar banyak yang panen tapi ketika belum panen stok di masyarakat kurang pasti,” ucap Burhanuddin.
Adapun kesimpulan rapat yang disampaikan oleh pimpinan rapat, bahwa pemerintah daerah berusaha untuk menangani kondisi inflasi yang ada ya tentu pemerintah daerah sudah berupaya dengan segala upaya mengatasi jangan sampai terjadi inflasi di daerah kita kalau ini terjadi maka banyak hal sektor ekonomi kita akan terganggu.
Nah itu pertama itulah keinginan dari teman-teman peternak supaya mereka dilindungi. Itulah bagian dari bagaimana mereka mempertahankan ekonomi kita secara utuh. Kedua ada berapa saran dari beberapa teman agar nanti segera dibuatkan Perda atau regulasi yang mengatur agar peternak kita juga terlindungi dari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Tentu ini mulai proses melalui kajian-kajian nah kita berharap ada dua pihak terkait atau teman inisiatif atau dari anggota DPRD mendorong agar pemerintah daerah segera eh mengatasi hal ini melalui eh perbuka dia apakah dia nanti perdaga dia nah ini mohon segera ini ditindaklanjuti,” kata Wilson.
Sebagai bahan catatan, sangat penting untuk memetakan kembali data dengan benar serta kebutuhan-kebutuhan daging ayam di analisa berdasarkan dengan data valid. “Dri awal saya perhatikan data ini enggak sinkron berharap mulai sekarang data ini harus betul-betul valid ya supaya apa dengan data inilah teman-teman OPD Pemkab Nunukan menganalisa kebutuhan kita dengan baik termasuk menyediakan daging itu dengan baik supaya peternak pun bisa mengatur irama ini. Kalau semua diatur dengan baik tentu bagus tidak ada yang numpuk tidak ada nanti kekosongan nah ini yang berikutnya tadi dibutuhkan kecocokan data,” beber Wilson.
Dalam RDP tersebut, DPRD Nunukan kembali menegaskan untuk teman-teman dari OPD untuk men-sinkronkan data yang ada, komunikasi harus tetap berjalan dengan baik. “Kita tidak mau dengar lagi setelah ada hearing berikutnya persoalan ini muncul sama lagi nah kita berharap nanti ke depan semua bisa teratasi dengan baik dan teman-teman kelebihan panen pedagang itu semua bisa disimpan begitu kurang di pasar dikeluarkan dia persoalan nanti daging beku kalau Anda boleh masuk tentu dinas terkait juga berhitung ketika di dalam daerah kita sendiri tidak bisa memenuhi kebutuhan kita ribut juga di pasar itu mungkin irama itu tentu akan dimainkan ketika datanya sudah betul-betul valid, bapak ibu saya kira cukup pertemuan kita siang hari ini kita berharap dengan cepat Pemkab menyelesaikan persoalannya,” demikian Wilson. (ka)



