Alokasi LPG 3Kg untuk Kaltara Meningkat–Usulan Kaltara Direspons Positif Kementerian ESDM–

oleh
oleh
Ferdy Manurun Tanduklangi Kepala DInas ESDM Provinsi Kalimantan Utara.

 

TANJUNG SELOR – Usulan penambahan kuota Liquied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram (kg) untuk Kaltara, mendapat  respons positif oleh Direktur Pembinaan Usaha Hilir Migas, Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pemerintah pusat akan memberikan kuota LPG melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) sebanyak 2.640.873 tabung atau 7.923 Metric Tons (MT). Jumlah ini meningkat sebanyak 6.513 MT atau 2.085.000 tabung.

“Kuota elpiji 3 kilogram yang disetujui tersebut berdasarkan kemampuan APBN. Jika kemampuan APBN meningkat, secara otomatis akan ada penambahan kuota,” Ferdy Manurun Tanduklangi, Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Utara, kemarin.

Namun, Ferdy melihat, tahun ini kuota elpiji 3 kilogram yang akan didistribusikan ke Kaltara meningkat dari tahun sebelumnya (lihat grafis).

Berkaitan dengan mahalnya harga satuan LPG, dijelaskan Ferdy, lebih dikarenakan keterbatasan angkutan yang berimbas pada tingginya harga satuan tabung LPG 3 kilogram.

“Selama ini, operasional agen elpiji yang masuk ke Tanjung Selor dari SPBE Kota Samarinda. Dan itu juga berimbas pada tingginya harga elpiji 3 kilogram di Tanjung Selor. Bahkan di daerah pedalaman harganya jauh lebih tinggi,” ujarnya.

Persoalan lainnya, lanjut dia, ialah Stasiun Pengisian dan Pengangkutan Bulk Elpiji (SPPBE) yang ada di Tanjung Palas belum berfungsi. Sehingga, PT Pertamina (Persero) akan mengambil alih dan menunjuk perusahaan lain agar SPPBE tersebut segera beroperasi. “PT Pertamina akan mengambil alih, kemudian akan menunjuk perusahaan lain agar masyarakat tidak kesulitan lagi mendapatkan elpiji 3 kilogram,” jelasnya.

Yang kedua, adalah belum adanya pelabuhan khusus pendistribusian elpiji ke wilayah Tanjung Selor. Hal ini disebabkan, karena kedalaman Sungai Kayan belum memenuhi syarat yang berakibat pada pendistribusian elpiji 3 kilogram ke Ibukota Kaltara.

Untuk itu, Kepala Dinas ESDM ini memastikan PT Pertamina akan membangun mini depo di Kabupaten Berau untuk memenuhi kebutuhan Kaltara. Hal ini bertujuan agar pendistribusian LPG lebih mudah serta harga yang terjangkau.

“Tentu PT Pertamina akan membangun mini depo di Berau untuk membantu pemenuhan elpiji di Kaltara. Selain itu harga juga akan lebih terjangkau sehingga masyarakat dan industri kecil menengah tidak mengalami kelangkaan,” jelasnya. * ton.