Anjloknya Harga Rumput Laut, Pengusaha : Bukan Karena Bupati

oleh
oleh
Ilustrasi, harga rumput laut turun karena Importir bukan karena Bupati Nunukan.

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com – Walaupun akhir-akhir ini harga rumput laut di Kabupaten Nunukan, terus menurun dikarenakan  permainan negara importir yang memainkannya. Berdampak secara langsung terhadap petank, petani mengeluh karena harga saat ini tidak mencukupi biaya operasional.

Risma salah seorang eksportir rumput laut di Makassar, menjelaskan, harga semakin merosot disebabkan oleh tekanan importir yang selalu berusaha mendapatkan harga murah.

“apabila produksi menurun akan berdampak pada suplai ke negaranya juga. Importir rumput laut paling besar selama ini adalah negara China,”ungkapnya

“saat ini zamannya musim politik sehingga ada kelompok tertentu yang mengaitkannya. Padahal tidak ada sangkut pautnya Pemkab Nunukan dengan  kemerosotan harga,”lanjut dia.

Tapi, persepsi masyarakat terhadap anjloknya harga rumput laut yang mengaitkan Bupati Nunukan akan tergerus sendiri nantinya.

“Anjloknya harga rumput laut sekarang ini bukan disebabkan oleh Bupati Nunukan tapi murni permainan negara importir yang selalu berusaha membeli dengan harga murah,” ungkap Risma melalui telepon selulernya dari Nunukan, Senin, 5 Oktober 2020.

Sama halnya dengan Risma, Kamaruddin menjelaskan, pengumpul sekaligus pembudidaya rumput laut di Kampung Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan, Nunukan.

“Keluhan petani rumput laut akibat anjloknya harga pada kisaran Rp9.000 per kilo gram saat ini adalah efek dari adanya permainan importir,”katanya.

Sebelumnya, pada September 2020 harga masih berkisar Rp16.500 per kilo gram. Kamaruddin pun mengaku heran atas anjloknya harga tanpa diketahui penyebabnya.

Bahkan dia sudah berkoordinasi dengan eksportir dan konsultannya di Makassar. Diperoleh informasi, penurunan harga disebabkan oleh tekanan negara importir.

Ia menambahkan, anjloknya harga rumput laut murni karena eksportir mengaku permintaan dari negara importir yang berkurang.

“Harga rumput laut menurun sekarang ini bukan karena faktor Bupati Nunukan tapi tekanan dari importir. Tidak mungkinlah Bupati Nunukan bisa beli semua rumput laut kita ini,”beber Kamaruddin.

Selain itu dirinya juga memaklumi pola pikir masyarakat yang suka mengait-ngaitkan dengan politik. Karena kurang paham soal distribusi dan bagaimana pergerakan pemasarannya rumput laut

***

Tinggalkan Balasan