NUNUKAN, KaltaraAktual.com- Suasana apel pagi di lingkungan Kantor Bupati Nunukan terasa berbeda, setelah kurang lebih 40 hari menjalani ibadah Ramadan dan cuti bersama Idulfitri, para Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali berkumpul untuk memulai aktivitas kerja dengan semangat baru.
Apel perdana ini menjadi momentum penting untuk menguatkan kembali disiplin, integritas, dan komitmen pelayanan kepada masyarakat.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asisten I), Muhammad Amin, menyebutkan bahwa tingkat kehadiran ASN mencapai sekitar 80 persen.
“Kalau saya lihat yang hadir apel hari ini ada 80 persen, sementara yang lain mungkin masih dalam masa cuti. Namun, bagi yang tidak hadir dengan sengaja, itu sama saja menzalimi diri sendiri,” ujarnya, Senin (30/03/26).
Ia menegaskan bahwa setiap ASN terikat oleh aturan yang jelas, di antaranya Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Aparatur Sipil Negara serta Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS yang mengatur kewajiban, larangan, dan sanksi.
Lebih jauh, Muhammad Amin mengingatkan kembali tiga fungsi utama ASN, yakni sebagai pelayan publik, pelaksana kebijakan publik, dan perekat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, fungsi tersebut bukan sekadar konsep, tetapi harus diwujudkan dalam sikap dan tindakan sehari-hari.
“Kalau kita pelayan, artinya kita yang harus datang lebih dulu, tugas utama kita adalah melayani, bangkitkan kesadaran dan komitmen kita. Layani masyarakat dengan ramah, jadikan pelayanan itu melekat dalam diri kita,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya disiplin dan produktivitas sebagai fondasi dalam membangun integritas dan akuntabilitas ASN, terlebih, ASN di lingkungan Kantor Bupati dinilai memiliki tanggung jawab lebih sebagai contoh bagi perangkat daerah lainnya.
“ASN di Kantor Bupati harus menjadi contoh, mulai dari pakaian dan atributnya harus digunakan sesuai aturan yang berlaku,” katanya.
Di tengah perkembangan zaman, ASN juga didorong untuk terus belajar dan beradaptasi dengan teknologi, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) sebagai alat bantu kerja.
“Kita ini organisasi pembelajar, wajib terus belajar, apalagi sekarang ada AI. Kita yang harus mengelola, jangan sampai kita yang diatur oleh AI, jadikan itu sebagai pendukung pekerjaan kita,” ujarnya.
Dalam perannya sebagai perekat NKRI, ASN juga diingatkan untuk menjaga sikap, terutama dalam bermedia sosial.
Ia menekankan pentingnya kebijaksanaan agar tidak terjebak dalam provokasi yang dapat merusak persatuan.
“Kita adalah pemersatu, bijaklah dalam bermedia, jangan ada yang menjadi provokator, jadilah promotor yang membawa hal-hal positif,” tambahnya.
Mengakhiri arahannya, Muhammad Amin mengajak seluruh ASN untuk kembali menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh kesadaran, semangat, dan dedikasi.
“Mari kita laksanakan tugas dan tanggung jawab kita dengan sebaik-baiknya,” tutupnya. (nvl/diskominfonnk)
Foto : Bau Syamsuri








