NUNUKAN, Kaltaraaktual.com Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Nunukan menemukan masalah coklit pemilih di kecamatan yang belum di lakukan pencocokan dan penelitian hingga akhir masa coklit pada tangga 13 agustus kemarin.
Hariadi selaku Komisioner Pengawasan, Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga mengatakan, setidaknya temuan masalah Bawaslu tersebut di 8 (delapan) Kecamatan yang ada di Kabupaten Nunukan.
“Sejak dilakukan pengawasan hasil audit pencocokan dan penelitian (coklit) oleh panitia pengawas kecamatan (Panwascam) dan Panitia Pengawas Desa/Kelurahan (PDK) ada beberapa temuan dilapangan dari hasil audit pengawasan coklit yaitu beberapa warga kabupaten Nunukan di beberapa kecamatan-kecamtan tidak didata/dilakukan pencocokan dan penelitian data pemilih yg dilakukan oleh petugas PPDP,” beber Hariadi kepada Kaltaraaktual.com (16/08)
Adapun 8 (delapan) kecamatan yang bermasalah pencocokan data pemilih yakni, Kecamatan Nunukan, Nunukan Selatan, Sebatik Barat, Sebatik Timur, Sebatik Utara, dan Seimanggaris, Tulin Onsoi dan Sebuku.
“Sesuai arahan Bawaslu RI melalui Bawaslu Provinsi menginstruksikan untuk memberikan saran perbaikan kepada KPU melalui PPK melaksanakan coklit dari rumah kerumah yang di datangi sebagaimana diatur dalam pasal 1 angka 25 PKPU Nomor 19 tahun 2019 tentang pemuktahiran data dan penyusunan daftar pemilih yaitu agar dapat melakukan pemutkhiran data pemilih dengan bertemu pemilih secara langsung,”lanjut Hariadi.
Bawaslu memberikan saran perbaikan yang di maksudkan untuk menjamin hak pilih diseluruh kecamatan dan desa/kelurahan sekaligus mewujudkan daftar pemilih yang akurat, muktahir dan komprehesif sekaligus mengurangi potensi penggunaan daftar pemilih yang dilarang dalam pemilihan.
Selain itu Ia juga mengajak untuk seluruh masyarakat, insan pers (media) dapat berperan aktif melaporkan, mengawasi data pemilih dan seluruh tahapan agar bisa nantinya akurat transparan, valid untuk itu pengawas melalui pengawas kecamatan (Panwascam) membuka posko aduan di sekretariat masing masing yang ada di 21 kecamatan Kabupaten Nunukan.
*MDF


