Bentengi Generasi Muda, PKK Malinau Gaungkan Gerakan KRISAN di Sekolah

oleh
oleh

MALINAU, KaltaraAktual.com- Tim Penggerak PKK Kabupaten Malinau menggelar sosialisasi KRISAN (Keluarga Indonesia Sehat Tanpa Narkoba) di SMKN 2 Malinau, Senin (13/04/26). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 tingkat Kabupaten Malinau.

Ketua TP PKK Malinau, Ny. Maylenty Wempi, mengajak seluruh siswa untuk serius menyimak materi yang disampaikan, khususnya terkait bahaya narkoba dan pergaulan bebas. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk membekali generasi muda agar mampu menjaga diri di tengah pergaulan.

“Inti kegiatan hari ini untuk anak-anak semua. Tolong diperhatikan dengan baik apa yang disampaikan, agar kalian bisa menjaga diri dan masa depan,” ujarnya.

Baca Juga  Dampak Irau Mulai Terasa, Kepala BPD Kaltimtara Malinau: ATM Harus Diisi Ulang Setiap Dua Hari

Maylenty juga menekankan pentingnya kontrol diri, bijak dalam memilih lingkungan pergaulan, serta keberanian untuk menolak ajakan negatif.

Menurutnya, sikap tegas dalam menjaga prinsip menjadi kunci agar pelajar tidak mudah terjerumus.

Selain itu, ia mengingatkan para siswa agar tidak memendam masalah sendirian. Ia mendorong pelajar untuk terbuka dan berbagi cerita kepada guru maupun teman agar mendapatkan solusi yang tepat dan terhindar dari hal-hal yang merugikan.

Baca Juga  Memahami Prosedur Pencairan Tunjangan Tambahan Ketua RT dari Pemprov Kaltara di Nunukan

Dalam kegiatan tersebut, TP PKK Malinau turut menggandeng Kasat Narkoba Polres Malinau, Iptu Adi Yanto Febrian, sebagai narasumber. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan para pelajar untuk menjauhi narkoba karena dampaknya yang merusak masa depan.

“Jauhi narkoba, karena masa depan kalian masih panjang. Kalian masih punya cita-cita yang harus diwujudkan,” tegasnya.

Baca Juga  Nanas Krayan Produk Unggulan Pertanian Khas Dataran Tinggi

Ia juga mengungkapkan bahwa kasus penyalahgunaan narkoba di Kabupaten Malinau masih tergolong tinggi, termasuk di kalangan anak-anak dan remaja yang dinilai rentan karena kondisi emosi yang belum stabil.

Melalui sosialisasi ini, diharapkan para pelajar semakin memahami bahaya narkoba serta memiliki ketahanan diri untuk menolak pengaruh negatif di lingkungan sekitar. (diskominfo/red)

Tinggalkan Balasan