Bupati Laura Geram, Ada Kepala Dinas yang Tak Hadir di Coffe Morning

oleh
oleh
Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid ditemui usai acara Coffe Morning. Senin (09/01/23). Foto:erw

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Pemkab Nunukan gelar coffe morning ‘Kabupaten Nunukan yang mandiri, aman, maju, adil dan sejahtera’ yang di laksanakan di lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Senin (09/01/23).

Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah menyampaikan RKPD (rencana kerja pemerintah daerah) tahun 2023. “Tujuan Pemkab Nunukan menggelar coffe morning adalah untuk mengkoordinasikan terkait program-program dan rencana kerja khususnya di tahun 2023 ini,” ucap Hanafiah.

H. Hanafiah juga menyampaikan pertumbukan ekonomi Kabupaten Nunukan dalam 5 tahun terakhir selalu lebih tinggi daripada Laju Pertumbuhan Ekonomi  (LPE) Nasional.

“Bahkan pada tahun 2021, Kabupaten Nunukan mampu bangkit dari hantaman kontraksi ekonomi yang terjadi pada tahun sebelumnya,. Tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kabupaten Nunukan dalam empat tahun terakhir lebih rendah,” ujarnya.

Pemerintah daerah di tahun 2023 saat ini tengah fokus pembangunan, seperti pemulihan ekonomi, peningkatan SDM dalam mendukung pencapaian indeks pembangunan manusia dan penguatan agenda reformasi birokrasi (RB) serta penanggulangan kemiskinan ekstrem Pensasaran Percepatan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem (P3KE).

Sementara itu Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid yang ditemui usai acara mengatakan, coffe morning digelar sekaligus rapat tahunan untuk melakukan penanganan permasalahan yang ada dan langsung disampaikan, apa yang menjadi permasalahan tahun sebelumnya akan dibenahi di tahun ini.

“Saya meminta agar kepala OPD melakukan evaluasi, saran masukan serta arah kebijakan itu harus dilaksanakan,” tegas Laura, dimana acara coffe morning tersebut mengundang seluruh kepala OPD dan para camat.

Bupati Nunukan ini geram, karena pada saat coffee morning sekaligus melakukan rapat koordinasi, dirinya melihat masih saja ada kepala OPD yang terlambat, izin dan tidak hadir tanpa keterangan.

“Ada yang OPDnya itu dinas luar terus. Ada juga yang izin ke saya, namun itu juga sebenarnya harus ada yang mewakili di coffe morning,” beber Laura.

Laura melanjutkan, Kepala dinas Pemadam Kebakaran, kepala Dinas Pencatatan Sipil juga tidak hadir, ia sempat mempertanyakan, apakah yang bersangkutan sakit, atau tidak diberikan undangan.

“Ada yang pernah saya berikan surat teguran pertama, sekaligus memerintahkan untuk membuat surat teguran untuk yang kedua kalinya,” lanjut Bupati Laura.

Sedangkan dalam arahan coffe morning ketika kepala OPD tidak hadir agar yang mewakili bisa melapor dengan jelas ke kepala OPDnya. “Perlu diingat, apa yang disampaikan harus dilaporkan kepada kepala OPD terkait agar hal tersebut jelas. Apa yang disampaikan wakil bupati maupun sekda sangat penting meskipun hanya sekilas,” tambahnya.

Bupati Laura kemudian mengingatkan kepada Kepala OPD, meskipun mereka tidak menganggap hal itu tidak penting namun harus ada hal-hal yang mereka pahami, karena koordinasi yang di bahas adalah isu sentral kabupaten Nunukan dan menyangkut pekerjaan yang dilakukan tahun 2023.

“Apakah yang izin ini tidak suka dengan saya dengan pak wakil dan Sekda, Ternyata OPD yang tidak sempat hadir tadi ada kesibukan mereka , tapi itu seharusnya dilaporkan sejak awal, walaupun tidak normal sangat sederhana,”  tanya Laura.

“Menurut saya ini penting, kita bisa menilai tanggung jawab seseorang seperti apa, seiring waktu para OPD yang tidak awalnya tidak ada mulai berdatangan juga walaupun tidak semua, Lain kali semoga tidak terjadi lagi,” demikian Laura.  (erw/*ka)