NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid menggelar Rapat Koordinasi dengan Forkopimda serta Instansi terkait di Ruangan Rapat VIP lantai 4 Kantor Bupati, Senin (14//02/22).
Juru bicara Satgas Covid – 19 yang baru, Sabar Santoso yang saat ini menjabat sebagai Juru Bicara Tim Satgas memaparkan data terkini penderita Covid-19.
“Data terakhir penderita Covid-19 saat ini yang dirawat baik di Rumah Sakit maupun Isolasi Mandiri (Isoman) itu 46 orang dengan persentase 0.37%, persentase ini termasuk anak repatriasi ada 20 orang yang saat ini dirawat di Rusunawa Nunukan, kemudian melihat kapasitas pelayanan kesehatan kita yang terisi saat ini di RSUD baru 1 orang yang sisanya yang lain 45 orang, Isoman 25 orang dan 20 Orang dirawat di Rusunawa,” jelasnya.
Sementara itu Bupati Nunukan Dua periode mengatakan, kasus positif yang terjadi saat ini sumbernya dari perjalanan dari luar Kabupaten Nunukan.
“Jadi yang sebenarnya positif rata-rata pelaku perjalanan dari luar misalnya yang pertama masuk di perusahaan, yang kedua 3 atau 4 hari yang lalu ada 20 orang yang kebetulan dari siswa-siswi repatriasi, jadi dari anak-anak PMI atau TKI yang bekerja di Malaysia kebetulan dipulangkan melalui Nunukan dan begitu kita Test ternyata mereka positif dan itu juga sudah kita amankan di Rusunawa,” kata Bupati Laura.
Untuk itu, Laura yang juga selaku Ketua Tim Satgas Covid-19 Nunukan menginstruksikan untuk terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kesehatan khususnya pada Protokol Kesehatan.
“Kita sudah menginstruksikan Pemerintah Daerah melalui Dinas terkait seperti Diskominfotik dan Humas Sekretariat Daerah untuk kembali mensosialisasikan kepada masyarakat terkait penerapan Protokol Kesehatan (Prokes),” jelasnya.
Laura juga meminta kepada seluruh Camat untuk mengajak masyarakat agar tetap waspada, tidak bepergian dan selalu menerapkan protokol kesehatan karena kasus covid trendnya sedang menanjak.
“Kondisi di Nunukan sedang ada trend positif naik-naiknya saat ini. kita berdoa saja mudah-mudahan itu bukan jenis delta atau omicron, dan Alhamdulillah saya pantau kondisi dari 46 orang dari positif atau reaktif Covid-19 yang ada di Nunukan ini statusnya itu masih OTG, akan tetapi kita minta ke mereka agar tetap Isolasi mandiri maupun dirawat seperti yang ada di Rusunawa,” bebernya.
Ibu dari tiga orang anak ini juga menginstruksikan kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja untuk membuat surat bupati ke perusahaan agar orang yang masuk ataupun tenaga kerja yang baru masuk wilayah Perusahaan wajib membawa hasil PCR dari daerah asal dan kemudian tiba di tempat harus melaporkan ke camat serta wajib antigen ditempat lagi.
“Jika tidak diindahkan, apabila didapatkan terdapat kasus di daerah itu Pemerintah Daerah bersama Tim Satgas melakukan pengecekan ada yang tidak antigen pada saat mereka datang maka kita akan berikan sangsi pada perusahaan tersebut,” tegas Laura. (*KA/hbm/khr)
