NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid resmi melaunching Proyek Perubahan yang digagas oleh 2 (dua) kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni Kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah dan Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Serta Pertanahan Kabupaten Nunukan, di Lantai 4 Kantor Bupati Nunukan, Rabu (26/07/23).
Bupati Laura menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap inovasi dan terobosan baru yang bisa terintegrasi by sistem aplikasi sehingga memudahkan pelayanan dan informasi ke masyarakat.
“Atas nama pemerintah, saya sangat mendukung dan mengapresiasi kedua proyek perubahan ini. Saya berharap, inovasi, terobosan, maupun pembaruan – pembaruan semacam ini bisa terus dilakukan oleh para ASN, tidak hanya karena sedang mengikuti Diklat PIM, namun semangat untuk terus berinovasi seharusnya senantiasa ada dan tertanam di dalam hati dan pikiran kita semua,” kata Bupati Laura.
Dirinya menjelaskan, secara data sampai saat ini masih ada sekitar 30 persen lahan milik warga yang belum dilengkapi dengan surat tanah yang memadai, baik itu SPPT, SPPH, maupun Sertifikat.
“Kita juga mengajak masyarakat jangan merasa malas untuk mengurus surat tanahnya. Karena selama ini kebanyakan masyarakat beranggapan bahwa mengurus surat tanah itu selalunya sulit, berbelit-belit, lama dan mahal, tapi karena ada inovasi, pemkab Nunukan Inshaallah itu akan mempermudah urusan tersebut,” jelas Laura.
Sama halnya dengan penanganan bencana. Khusus upaya yang dilakukan Pra Bencana dan Pasca Bencana, harus diakui upaya yang dilakukan belum terlalu maksimal. Masih dibutuhkan koordinasi dan pembagian tugas yang lebih rigid dan detail diantara seluruh stakeholder.
“Oleh karena itu, saya berharap inovasi SEMANGAT dan GAS TAWAU benar – benar menjadi solusi atas persoalan yang terjadi. Proyek perubahan ini jangan hanya dijadikan syarat untuk kelulusan Diklat, begitu selesai langsung dibiarkan, tidak ada tindak lanjutnya. Namun harus bisa diimplementasikan secara nyata dilapangan,” pungkasnya.
Sekedar informasi. Pertama, proyek perubahan Sistem Penanggulangan Bencana Terintegrasi di Kabupaten Nunukan yang disingkat dengan SEMANGAT diinisiasi kepala Dinas Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Nunukan, Arief Budiman. Kedua, Gerakan Administrasi Surat Tanah Yang Berkualitas dan Unggul disingkat GAS TAWAU, diinisiasi oleh kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Serta Pertahanan Kabupaten Nunukan, Alimuddin. (mdn/*hm/bn/*red)
