Bupati Laura Minta Program Kotaku Sesuai Target Kebutuhan Pembangunan Masyarakat

oleh
oleh
Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid, sebelah kiri. (08/03/22).

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Bupati Nunukan dua periode, Hj Asmin Laura Hafid menyebutkan, anggaran yang digunakan untuk Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) sebesar Rp. 6 Miliar dari tahun anggaran 2021.

“Meskipun jumlah anggaran sebesar Rp. 6 Miliar ini dirasa lumayan besar terlebih dengan kondisi keuangan pemerintah daerah saat ini,” ujar Laura sapaan akrabnya disaat meresmikan Rumah Wisata Kuliner Pesisir di RT 02, Kelurahan Nunukan Utara pada Selasa (08/03/22) pagi tadi.

Dengan jumlah anggaran tersebut, kata Laura, kami meminta agar benar-benar dapat digunakan tepat sasaran sehingga tim pelaksana  Program Kotaku harus membangun komunikasi lebih intens lagi dengan staf-staf di lapangan maupun dengan masyarakat yang memiliki kebutuhan terhadap pembangunan di tempat-tempat yang menjadi target Program Kotaku.

Sementara itu Koordinator Kabupaten Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku), Deby Suzanna dalam laporannya menjelaskan  Program Kotaku merupakan salah satu upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (PUPR) di Indonesia dan mendukung gerakan 100 persen akses universal air bersih, 0 persen permukiman  kumuh dan 100 persen akses sanitasi layak (Getakan 100-0-100).

Deby menjelaskan, pelaksanaan Program Kotaku menggunakan platform kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, kabupaten/kota, masyarakat dan stakeholder lainnya dengan memposisikan masyarakat dan pemerintah kabupaten/kota sebagai pelaku utama (nahkoda).

Koordinator Kabupaten Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Nunukan, Deby Suzanna.

“Dasar pelaksanaan Program Kotaku mengacu pada Keputusan Menteri PUPR nomor 177/KPTS/M/2021 tentang Penetapan Lokasi dan Besaran Bantuan Kegiatan Infrastruktur Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2021,” sebut Dewi.

Penerima Kegiatan BPM Kotaku Regular TA 2021, papar Dewi, adalah Kelurahan Nunukan Barat LKM Setia Kawan,  Desa Binusan LKM Binusan Lestari, Kelurahan Nunukan Selatan LKM Darma Bakti, dan Kelurahan Mansapa LKM Mansapa Mandiri masing-masing menerima Rp. 1 Miliar.

Penerima Bantuan Kegiatan BPM Kotaku Peningkatan Penghidupan Berkelanjutan BPMK TA 2021, lanjut Dewi, Kelurahan Nunukan Timur LKM Garuda mandiri dan Kelurahan Nunukan Utara LKM Terpadu Lestari dengan total Rp. 6 Miliar untuk lima Kelurahan dan satu desa.

Usai Peresmian, Dewi yang ditemui Tim Redaksi  Kaltaraaktual menyebutkan di Rumah Wisata Kuliner Pesisir ini tersedia 17 gerai yang semuanya ditempati oleh pelaku UMKM warga Kelurahan Nunukan Utara.

Dewi juga menjelaskan adanya regulasi yang telah disepakati bersama dimana dalam kesepakatan tersebut menyebutkan setiap penghuni gerai yang tidak aktif selama satu bulan maka akan dievaluasi.”Jadi nanti akan ada kelompok penerima yang akan mengevaluasi penghuni gerai yang tidak aktif,” papar Dewi

Dilain sisi dari Program Kotaku tersebut agar Rumah Wisata Kuliner Pesisir ini dapat dimanfaatkan masyarakat dengan sebaik-baiknya. Meskipun untuk saat ini, gerai hanya akan dibuka dari pukul 16.00 waktu setempat.

“Seperti kata Bupati, jangan sampai dibangunkan tapi ujung-ujungnya jadi monumen. Jadi, marilah kita sama-sama manfaatkan ikon Nunukan yang baru diresmikan ini,” demikian Dewi. (skr)