Bupati Malinau Dorong Perempuan GSJA Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif

oleh
oleh

MALINAU, KaltaraAktual.com- Bupati Malinau Wempi W Mawa resmi membuka kegiatan Jumpa Wanita Terpuji Gereja Sidang-Sidang Jemaat Allah (GSJA) se-Kalimantan Utara 2026, sekaligus menjadi narasumber dalam materi motivasi ekonomi yang digelar di Ruang Tebengang, Selasa (17/03/26).

Kegiatan ini diikuti sekitar 305 peserta dari enam wilayah pelayanan GSJA di Provinsi Kalimantan Utara, menjadikannya ajang strategis untuk memperkuat peran perempuan dalam gereja dan kehidupan sosial.

Orang nomor satu di Kabupaten Malinau ini menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Malinau sebagai tuan rumah. Ia berharap para peserta dapat merasakan suasana damai selama berada di Malinau dan membawa dampak positif bagi gereja, keluarga, serta masyarakat.

Baca Juga  Tarian Padduppa Sambut Kedatangan Yansen TP di Kampung Tias

“Puji Tuhan hari ini saya dan ibu merasa sangat bersukacita bisa berada di tengah-tengah wanita terpuji GSJA Kalimantan Utara. Semoga kehadiran saudara-saudari di Malinau membawa berkat,” ujarnya.

Wempi juga mengapresiasi panitia dan seluruh jajaran GSJA Kalimantan Utara yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut. Menurutnya, pertemuan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga ruang penguatan kapasitas perempuan, baik dalam aspek spiritual maupun ekonomi.

Bupati Wempi menekankan bahwa perempuan memiliki peran strategis sebagai pilar keluarga sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat. Ia mendorong perempuan untuk lebih aktif dalam mengembangkan potensi ekonomi berbasis kreativitas.

“Perempuan punya potensi besar menjadi penggerak ekonomi kreatif. Usaha bisa dimulai dari rumah, mulai dari kuliner, kerajinan tangan, pertanian hingga usaha digital,” katanya.

Baca Juga  Dibalik Kepadatan Nataru, Bupati Wempi Beri Solusi Penerbangan Warga Perbatasan

Ia menilai, ketekunan dan kreativitas perempuan mampu menjadi kunci dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga, terutama di tengah dinamika ekonomi global yang terus berubah.

Selain itu, Wempi juga mengajak para peserta untuk lebih jeli melihat peluang usaha di daerah masing-masing dengan memanfaatkan potensi lokal. Salah satu peluang yang disorot adalah kebutuhan bahan pangan dalam program makan bergizi bagi anak sekolah.

“Kebutuhan seperti telur, pisang, dan bahan pangan lainnya membuka peluang ekonomi baru. Kalau dimanfaatkan dengan baik, perempuan bisa berperan langsung dalam mendukung ekonomi keluarga sekaligus program pemerintah,” jelasnya.

Baca Juga  Pastikan Pelayanan Lancar, Kapolda Kaltara Kunjungi RS Bhayangkara Tarakan

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Mientje Setiawan, menjelaskan bahwa Jumpa Wanita Terpuji GSJA merupakan agenda rutin tahunan yang bertujuan mempererat persekutuan serta meningkatkan kualitas pelayanan perempuan gereja.

Ia menyebutkan peserta berasal dari enam wilayah pelayanan, yakni Tarakan, Nunukan dan Sebatik, Tanjung Selor dan Sekatak, KTT dan sekitarnya, Mansalong dan Tulin Onsoi, serta Malinau sebagai tuan rumah.

Menurutnya, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan perempuan yang tidak hanya kuat dalam iman, tetapi juga memiliki empati, ketekunan, serta kemampuan melihat peluang.

“Kami berharap setiap perjumpaan memberikan hal baru, sehingga para wanita terpuji dapat terus berkembang dan menjadi berkat bagi banyak orang,” tutupnya. (diskominfomln)

Tinggalkan Balasan