Bupati Malinau Paparkan LKPJ 2025, Pendapatan Malinau Tembus Rp2,71 Triliun

oleh
oleh

MALINAU, KaltaraAktual.com- Bupati Malinau, Wempi W. Mawa menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat bersama DPRD yang digelar di ruang rapat gabungan komisi DPRD Kabupaten Malinau lantai 1, Selasa (10/03/26) siang.

Dalam penyampaiannya, Wempi menegaskan bahwa laporan tersebut masih mengacu pada dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021–2026 sebagai dasar evaluasi pembangunan daerah.

“Walaupun masa kepemimpinan kami baru berjalan sekitar satu tahun, arah pembangunan tetap melanjutkan prioritas yang telah ditetapkan sebelumnya agar pembangunan tetap berkesinambungan,” ujar Wempi.

Baca Juga  Lima Misi Pembangunan Daerah Nunukan

Ia menambahkan, RPJMD 2025–2029 yang telah ditetapkan melalui rapat paripurna DPRD pada Oktober 2025 akan menjadi dasar perencanaan pembangunan untuk periode selanjutnya.

Menurut Wempi, penyampaian LKPJ merupakan kewajiban konstitusional kepala daerah sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Melalui LKPJ ini masyarakat dapat mengetahui berbagai program, kebijakan, serta capaian pembangunan yang telah dilaksanakan pemerintah daerah sepanjang tahun 2025,” jelasnya.

Baca Juga  Kabidpropam Polda Kaltara Tegaskan Komitmen Disiplin di Polres Tana Tidung

Dalam pemaparannya, pendapatan daerah Kabupaten Malinau tahun anggaran 2025 ditargetkan sekitar Rp2,75 triliun dengan realisasi mencapai sekitar Rp2,71 triliun atau 99,45 persen dari target.

Sementara itu, belanja daerah direncanakan sekitar Rp3,24 triliun dengan realisasi mencapai Rp2,73 triliun atau 84,36 persen dari total anggaran.

“Secara umum capaian kinerja program dan penyerapan anggaran menunjukkan hasil yang cukup baik dan sebagian besar target pembangunan dapat direalisasikan secara optimal,” katanya.

Baca Juga  HUT ke-25 Tahun, Inilah Progres Report Pemkab Nunukan di Sektor Pendidikan dan Kesehatan

Selain itu, pemerintah daerah juga menjalankan sejumlah program inovasi daerah seperti Desa Sarjana, Wajib Belajar Malinau Maju, RT Bersih, Milenial Mandiri, serta program Pertanian Sehat (PESAT).

Program-program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat perekonomian masyarakat, serta mendorong pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Malinau.

“Melalui berbagai program tersebut, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Malinau,” pungkasnya. (erk/prokompim)

Tinggalkan Balasan