NUNUKAN, Kaltaraaktual.com Pemuda Sebatik atas nama Forum tanpa Nama (FTN) mengelar diskusi dengan Tema “Potensi Pemuda Ideal” pada Jumat, 25 Juni 2021 di Caffe Ola, Sei Nyamuk, Sebatik Timur.
“Budaya diskusi seharusnya menjadi aktivitas para pemuda melihat bagaimana perkembangan Teknologi yang semakin melesat, perkembangan tersebut tidak dapat dipungkiri bahwa semuanya didiskusikan,” ujar Surya (26/06).
Surya menjelaskan pemuda kita secara khusus yang berada di Nunukan untuk melihat potensi pemuda diberbagai bidang baik itu sifatnya politik ataupun berbicara tentang Politik, Bisnis/usaha harus bisa berpikir secara universal.
“Perkembangan ilmu pengetahuan dari zaman para filsuf semua dibahas dengan metode diskusi, hingga hari ini kita dapat menikmati bagaimana para pemikir-pemikir dahulu menciptakan berbagai macam cabang ilmu pengetahuan,”jelas dia.
Pemuda memiliki kesempatan untuk menentukan nasib daerahnya, oleh karenanya sering kali kita mendengar kalimat bahwa tumbuh kembangnya suatu daerah tergantung bagaimna pemudanya hari ini, kalau hanya disibukkan dengan berpatah hati maka kemungkinan daerahnya berjalan ditempat seperti manusia yang tak mengetahui untuk apa ia hidup, artinya tidak ada kemajuan sama sekali
“Yang terpenting output dari diskusi perdana ini adalah komunikasi, kordinasi, dan tentu sinergitas antar anak muda Kab. Nunukan agar supaya selalu menciptakan diskusi-diskusi yang bermuara pada eksekusi dikehidupan nyata, dgn macam-macam aspek yakni; Pendidikan, Sosial kemasyarakatan, Ekonomi dan lain sebagainya” papar Surya.
Hal ini merupakan tantangan tersendiri untuk kita para milenial di Nunukan untuk kembali bersama-sama menyuburkan aktivitas-aktivitas positif semacam yang telah di lakukan oleh kawan-kawan di Forum Tanpa Nama.
“Kita tau, pemuda hobi nongkrong atau biasa juga disebut nongki-nongki kata anak jaman now, nah kebiasaan itu seharusnya di warnai juga dengan aktivitas diskusi yang bisa melahirkan pikiran-pikiran baru tidak sampai disitu saja, hingga hasil pikiran dapat diaktualisasikan secara realistis di wadah diskusi FTN ini,” demikian.
(ren)
