Dorong Ekonomi Kerakyatan, Bupati Nunukan Kembali Buka PARAS

oleh
oleh
Bupati Nunukan, Hj.Asmin Laura Hafid saat acara pembukaan kembali pasae rakyat adil sejahtera (PARAS) di Jalan Lingkar (19/09). Sumber Foto : Istimewa

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com – Resmi Pasar Rakyat Adil Sejahtera (PARAS) Perbatasan di Jalan Lingkar, Kelurahan Selisun, Sabtu (19/9) malam kembali dibuka oleh Bupati Nunukan, Hj. Asmin Laura Hafid. PARAS Perbatasan ini merupakan pusat jajanan dan kuliner yang terbaik bagi masyarakat Nunukan.

Laura dalam pidatonya, mengatakan PARAS Perbatasan diwujudkan dari sebuah harapan agar bisa menjadi pusat pergerakan ekonomi usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), teruntuk yang bergerak di bidang kuliner makanan dan ekonomi kreatif.

“PARAS Perbatasan juga kita dorong agar bisa menjadi alternatif tempat penyelenggaraan hiburan, acara-acara berbagai event pemerintahan, pihak swasta, hingga kegiatan lomba-lomba yang ada di masyarakat,” ujar Laura(20/9).

Pembukaan PARAS Perbatasan juga dalam rangka persiapan menyambut hari jadi Kabupaten Nunukan ke 21 tahun. Berbagai kegiatan akan digelar seperti festival band, lomba karaoke dan lainnya.

“Beberapa event hiburan yang diselenggarakan jmendapat perhatian yang bagus dari masyarakat. Namun seiring dengan dengan merebaknya pandemi COVID-19 yang sudah hampir 7 bulan kita rasakan, membuat PARAS Perbatasan terpaksa kita tutup pada waktu itu,”ungkapnya.

Laura bersyukur setelah pembukaan kembali PARAS membuat pusat pergerakan ekonomi, usaha mikro kecil dan menengah, khususnya yang bergerak di bidang kuliner dapat berjalan kembali walau ditengah kondisi pandemi COVID-19.“Ini merupakan upaya kita, ikhtiar kita untuk menata kembali PARAS Perbatasan sebagai tujuan masyarakat yang menyenangkan, dan mampu menggerakkan perekonomian,”bebernya.

Bupati Nunukan ini memiliki impian agar pasca pembukaan festival PARAS tahun ini menjadi momentum kebangkitan PARAS Perbatasan dan pelaku UMKM untuk kembali membangkitkan perekonomian karena Kita percaya bahwa selalu ada cahaya di ujung lorong yang gelap.

***