TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com– Food Estate, di Bulungan Kalimantan Utara (Kaltara) berada disepanjang delta Kayan, diantaranya di seberang sungai desa Salimbatu dan desa Tanjung Buka, kecamatah Tanjung Palas tengah seluas 50.000 H.
Namun sejak kurun waktu beberapa tahun terakhir areal food estate ini diduga mati suri tak ada aktifitas.
Menguktip jurnalkaltra.com, Bupati Bulungan, Syarwani, mengiyakan areal food estate delta Kayan dalam tahap evaluasi, hambatan apa saja yang stagnan dan tak berjalan sesuai fungsinya.
“Kemarin sempat juga beberapa ijin yang terbit diatas nya. Tentu karena tidak adanya keseriusan dari pihak swasta untuk mengembangkan kawasan pangan tersebut, maka luasan lahan nya tetap akan dipertahankan begitu saja,” ujar Syarwani.
Bupati Syarwani mengharapkan adanya investor yang masuk guna menggarap Food Estate dan memastikan bisa menambah geliat ekonomi di Bulungan.
Mantan Ketua DPRD Bulungan dan Bupati Bulungan 2021-2024 ini mengaku, sudah meminta dinas tekhnis untuk melakukan penataan. Supaya kedepan ada investor yang benar-benar serius mengolah persawahan didelta Kayan tersebut.
“Kendati begitu, Pemkab Bulungan juga akan memberdayakan 10 RT masyarakat Tanjung Buka, untuk mengolah areal persawahan nya, termasuk menggarap prodak pertanian lain,”ujar Syarwani.
Selain desa Sajau Hilir, petani desa Panca Agung Kecamatan Tanjung Palas Utara, juga terus mengelola sawah seluas 75 H dengan hasil yang memuaskan dalam sektor pangan dan ekonomi sekaligus bisa dilirik sebagai pariwisata baru.
“Kebetulan di Panca Agung ada sarana dan prasarana penggulingan padi dan pengemasan beras nya, sudah bisa digunakan oleh masyarakat petani melalui peran Kepala Desa didalamnya, tentu sudah bisa menambah stok pangan di Bulungan khususnya dan Kaltara pada umumnya,”tutupnya
Sumber :JK
Editor : KA
