Hadiri Reses Ketua DPRD, Camat Nunukan Jelaskan Mekanisme Musrenbang

oleh
oleh

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Camat Nunukan Hasan Basri dan Lurah Nunukan Tengah Leonardus Mario Iskandar menghadiri agenda penjaringan aspirasi masyarakat (reses) yang digelar Ketua DPRD Hj Rahma Leppa di Hotel Laura pada Senin (28/03).

Hasan Basri memperkenalkan dirinya selaku Camat Nunukan yang belum genap sebulan  dilantik oleh Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid.

Ia juga mengimbau warga agar mengikuti program vaksinasi Covid-19 sampai vaksin booster agar imun tubuh lebih kuat menangkal virus corona yang kita ketahui hingga saat ini belum mereda.

“Selain vaksin, saya berharap bapak ibu tetap mengikuti protokol kesehatan (Prokes) karena ini juga sqlah satu cara untuk menjaga diri kita dari virus corona,” papar Hasan.

Seusai prosesi reses, pria yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Kabag. Prokompim) ini menjelaskan  mekanisme pengusulan pembangunan tidak saja melalui penjaringan aspirasi sebagaimana yang dilakukan anggota DPRD.

Mekanisme yang pertama, kata Hasan, ada Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) yang sifatnya bottom-up. Mulai dari tingkat RT, desa atau kelurahan dan kecamatan.

“Barulah Musrenbang pada tingkat kabupaten yang telah selesai dilakukan sebelum saya dilantik sebagai camat,” beber Hasan.

Mekanisme lainnya bisa ditempuh secara teknokratis dimana Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait langsung mengusulkan. “Bisa jadi apa yang diusulkan warga tadi itu sudah diusulkan oleh Dinas Pekerjan Umum (PU),” imbuhnya.

Yang terakhir, lanjut Hasan, bisa melalui Pokok-pokok Pikiran (Pokir) anggota DPRD. “Inilah yang sedang dilakukan oleh Ibu Ketua DPRD,” tambahnya.

Dari ketiga mekanisme ini, Bappeda nantinya akan melakukan sinkronisasi untuk melihat usulan/aspirasi apa saja yang belum atau sudah diakomodir.

“Kita berharap dari salah satu mekanisme ini ada yang diterima sehungga bisa direalisasikan tahun ini, namun jika tidak ada, maka bisa diusulkan pada Musrenbang  berikutnya,” jelas Hasan.

Namun, kata Hasan, tidak menutup kemungkinan ada program nasional yang masuk ke Kabupaten Nunukan sehingga titik pelaksanaannya bisa dipilih dari usulan-usulan yang telah ditampung saat ini.

Hasan menyayangkan usulan warga yang hanya meminta pembangunan fisik saja. Padahal, pembangunan tidak semata fisik namun juga mencakup aspek rohani dan spiritual.

Hanya saja, lanjut dia, kita tidak bisa menyalahkan masyarakat karena kita harus memancing mereka untuk menemukan apa yang benar-benar masyarakat butuhkan. Misalnya, apa yang mereka butuhkan di bidang pendidikan dan olahraga.

Ia berharap masyarakat tidak hanya fokus pada pembangunan fisik karena bisa saja mereka usulkan sesuatu yang sifatnya non fisik namun bisa memberi manfaat hingga tua.

“Ini menjadi tugas Bappeda dan OPD terkait untuk membuka mata masyarakat sehingga mereka bisa benar-benar memahami apa yang mereka butuhkan,” imbuhnya. (skr)