Halal Bihalal Komunitas Adat Tidung Nunukan Tampilkan Seni Bela Diri hingga Tarian Rudot Kama

oleh
oleh
Halal Bihalal Komunitas Suku Adat Tidung Nunukan, Ketua Panitia H Syahdan. Koordinator Lembaga Suku Adat Tidung Nunukan sekaligus Kepala BPKSDM Nunukan H Sura'i. Kepala Desa Binusan Rudi Hartono. Foto: Sukri

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com- Nuansa Idul Fitri 1 Syawal 1443 H yang jatuh pada 2 Juni 2022 lalu masih terasa dalam rangkaian acara halal bihalal yang digelar oleh Komunitas Suku Adat Tidung pada Minggu (15/05/22).

Tak hanya masyarakat adat dari Desa Tidung, acara ini juga menghadirkan tamu undangan dari berbagai daerah se-Kalimantan Utara bahkan dari negara tetangga, Malaysia.

Selain itu, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid dan pejabat instansi pemerintahan Kabupaten Nunukan serta instansi veritkal lainnya pun turut hadir menikmati sajian seni dan budaya adat Tidung.

H Sura’i selaku salah satu Pemangku Adat Tidung menyampaikan rasa syukurnya lantaran rumpun adat Tidung bisa kembali dipertemukan.

“Akhirnya, tahun ini kita bisa meyelenggarakan halal bihalal dan saudara-saudara kita dari berbagai daerah bisa hadir dan berkumpul bersama kita,” kata H Sura’i

Ia menjelaskan, perbedaan halal bihalal yang digelar di Rumah Adat Tidung dengan kegiatan serupa lainnya adalah penampilan tarian-tarian termasuk seni bela diri (pencak silat) khas adat Tidung.

Jenis tarian yang ditampilkan seperti Tarian Kuntauw yang menjadi pembuka penampilan tarian adat pada acara halal bihalal kali ini.

Penampilan lainnya adalah Tarian Rudot Kama yang menurut pemaparan H Sura’i merupakan campuran gerakan budaya Timur Tengah dan adat khas Tidung itu sendiri. Selain itu, Tarian Jepen yang memiliki ciri khas gerakan tari Melayu dan Tidung juga turut menyemarakkan acara halal bihalal pada kesempatan ini.

Ketua Panitia Penyelenggara halal bihalal H. Syahdan Karim menyebutkan hadirnya komunitas dari berbagai suku yang ada di Kabupaten Nunukan menambah kentalnya nilai-nilai kerukunan antar suku maupun agama.

“Karena komunitas adat atau suku lainpun ikut hadir dan meramaikan halal bihalal hari ini, ” sebut Syahdan yang juga merupakan Camat Kecamatan Sei Menggaris.

Hal senada disampaikan Ketua Adat Besar Tidung Kabupaten Nunukan Naharuddin. Ia menambahkan, ke depannya ia bersama komunitas adat Tidung akan terus berupaya melaksanakan kegiatan serupa yang menampilkan adat dan kebudayaan Tidung di samping IRAW yang direncanakan berlangsung November 2022 nanti.

Selain itu, ia mendorong pemuda-pemudi agar mau belajar dan menerapkan nilai-nilai budaya adat mereka. “Sehingga adat dan budaya Indonesia khususnya Adat Tidung tetap terjaga dan lestari,” pungkas Naharuddin. (skr)