NUNUKAN, Kaltaraaktual.com – Pelaksanaan debat kandidat pasangan calon Bupati-Wakil Bupati Nunukan pada pilkada serentak 2020 akan digelar satu kali dan diwacanakan pada Nopember 2020.
“Waktu pelaksanaan debat kandidat Cabup-Cawabup (Nunukan) belum ditentukan tapi direncanakan pada Nopember (2020). Tahapan debat kandidat di kabupaten hanya satu kali saja,” ujar Ketua KPU Nunukan, Rahman di kantornya, Senin, (12/10). Berbeda dengan KPU Provinsi yang menggelar tiga kali debat kandidat.
Rahman melenajutkan, terkait dengan penentuan waktu pelaksanaan debat ini memang diberikan kewenangan kepada KPU kabupaten/kota yang menggelar pilkada serentak 2020 ini. Oleh karena itu, KPU Nunukan masih dalam tahap persiapan untuk menentukan sistim debat yang akan dilakukan nantinya bagi dua Cabup-Cawabup Nunukan ini.
“Kami belum tentukan waktu debatnya karena setiap daerah itu diberikan kewenangan menentukan waktunya. Pelaksanaan debat itu mulai 26 September-5 Desember (2020). Kapan saja kita bisa laksanakan,” jelas dia.
Pelaksanaan debat kandidat Cabup-Cawabup Nunukan membutukan persiapan yang benar-benar matang karena semuanya perangkatnya harus kompeten sehingga tidak serta merat digelar begitu saja. “Harus teknis karena harus menentukan perangkat-perangkat pendukungnya yang memang matang dan kapabel,” terang Rahman.
“Benar-benar harus disusun waktu, durasi debat, materi debat. Kita sudah melakukan persiapan dengan melakukan rapat-rapat agar lebih matang,” tambah dia.
Rahman menambahkan, diwacanakan pelaksanaan debat kandidat ini pada pertengahan Nopember 2020 dengan sistim pencabutan nomor pertanyaan oleh kedua pasangan Cabup-Cawabup. Lalu pertanyaan tersebut dijawab oleh masing-masing pasangan kandidat.
Hal ini ditempuh, menurut Ketua KPU Nunukan ini, disesuaikan dengan kemampuan anggaran yang dimiliki pada tahapan tersebut. “Jika mengunakan sistim panelis maka tentunya butuh anggaran besar karena harus mendatangkan panelis yang berkompoten. Tidak bisa yang setengah-tengah tapi benar-benar pakar di bidangnya,” ucap dia.
Mengenai tema materi debat, Rahman menyebutkan, dalam PKPU ditetapkan tujuh poin. Namun keinginan Kemendagri disatukan dengan materi COVID-19 saja yang dikaitkan dengan bidang-bidang lainnya.
“Saat ini KPU Nunukan masih pada tahap mensimulasikan dari sisi konsep debatnya yang paling tepat sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Rahman. Bahkan sampai sekarang belum menetapkan sosok yang akan dilibatkan dalam debat Cabup-Cawabup tersebut demi mencapai kualitas yang lebih baik.
*ADV
