TARAKAN, Kaltaraktual.com–
Rancangan peraturan daerah (Raperda) terkait hari jadi dan lambang daerah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) telah disetujui bersama. Dimana para pelaku sejarah, baik alumni, tokoh masyarakat dan Pemprov hadir dalam acara rapat paripurna DPRD Kaltara ke-8, Selasa (29/3/2021).
Dr. Ismit Mado, ST, MT salah satu pelaku sejarah dari alumni mahasiswa Kaltara mengucapkan rasa terima kasih kepada Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara atas komitmennya memperjuangkan dan meluruskan bersama kebenaran sejarah Kaltara.
“Pertama, kami mahasiswa Utara terkhususnya alumni merasa berterimakasih atas komitmen Gubernur dan Wagub terkait sejarah kaltara. Kami apresiasi termasuk DPRD Kaltara,”ujar Ismit saat dihubungi via seluler (02/04/2021).
Memang sebelumnya ada beberapa pandangan yang berbeda dari kalangan akademisi namun perlu diketahui selain hal administrasi, tentu juga harus memperhatikan nilai keadilan secara historis.
“Sudah disetujui yah, kami juga hadir pada paripurna itu, intinya hari lahir Kaltara jatuh di 25 oktober, kita sudah sepakati bersama,”ujar dia.
Ismit menjelaskan bahwa pada Pasal 20 UUD 1945. Ada 5 ayat satu sampai 4 keputusan bersama pemerintah dengan DPR. Dan di pasal ke lima setelah 30 hari tidak disahkan oleh Presiden, rancangan undang-undang tersebut sah menjadi undang-undang dan wajib diundangkan.
“Sahnya rancangan Undang-undang kaltara di DPR RI sangat jelas di 25 oktober, nah alhamdulillah ini perjuangkan yang tidak sia-sia, kurang lebih 12 tahun baru bisa di perjuangan pelurusan kaltara. Nilai histori sebuah perjuangan, bukan peristiwa administrasi tapi perjuangan,”tegas Ismit.
Sederhananya ada pemahaman yang ketemu antara alumni mahasiswa, pejuang, tokoh masyarakat, Pemprov Kaltara dan DPRD untuk menjelaskan ke publik tentang kebenaran sejarah Kaltara.
Untuk itu di tahapan selanjutnya Ismit berharap dalam menelusuri sejarah dan penyusunan buku agar segera terbentuk timnya dan tentunya melibatkan unsur terkait.
“Harapan kami segera bentuk tim penelusuran sejarah dan buku.
Alumni meminta tim ini secepatnya di bentuk. Hal ini kita lakukan untuk mengejar persiapan launching buku sejarah Kaltara bersamaan dengan HUT Kaltara di 25 oktober,”demikian. (*ka)
