NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Kalimantan Utara terus melahirkan pemimpin-pemimpin muda, dan pola pikir dari zaman tradisional ke zaman milenial mulai membumi di provinsi termuda Indonesia, di mana era ini disebut sebagai masa di mana teknologi berkembang dengan pesat dan menjadi sebuah gaya hidup bagi para generasi di dalamnya menuju perubahan dari berbagai macam bidang yang ada hingga bermunculan muda-mudi yang menunjukkan kebolehannya, baik itu wirausaha muda, politisi, birokrat muda.
Pemuda harus mampu beradaptasi dengan cepat, belajar, dan menjadi lebih baik serta melakukan navigasi yang lincah dan tepat agar dapat memecahkan setiap masalah.
Sosok Ibrahim Ali salah satu sosok anak muda yang mencoba melakukan perubahan-perubahan tersebut. Ia berpendapat bahwa saat ini pemuda merupakan agen perubahan di era ini masa kini tingkat persaingan juga semakin tinggi sehingga menuntut kualitas dan kinerja manusianya untuk lebih ditingkatkan. Artinya mampu membuat perubahan yang baik kedepannya.
“Sederhana saja jika kita berbicara peran pemuda, sebenarnya sudah menonjol sejak zaman penjajahan. Bung Karno, Bung Tomo, Tan Malaka, Sutan Syahrir semua menunjukkan niat tulusnya untuk memerdekakan negara kesatuan republik Indonesia, jadi pada intinya pemuda turut mengambil andil dalam kemerdekaan,”ujar Bram sapaan akrabnya kepada Kaltaraaktual.com Selasa siang, (25/08).
Sebenarnya lanjut Bram, perbedaan yang menjadi ciri khas pemuda di era milenial dengan pemuda sebelumnya adalah perkembangan teknologi sekarang ini yang telah menjadikan para pemuda milenial masuk dalam dunia industri digital.
“jadi patokan atau acuan bahwa kita sebagai pemuda harus bisa merubah keadaan bangsa dalam berbagai bidang sektor, terutama sektor politik,”terang dia
Berbicara tentang politik, secara umum di dalamnya ada tanggung jawab. Keberagaman harus dimaknai dengan kekayaan bukan untuk dipertentangkan. Namun segelintir orang telah menyalahgunakan sehingga yang terjadi tidak sesuai dengan ekspektasi atau harapan.
“Orang awam bahkan tau bahwa aktifitas ‘politik’ identik dengan orang-orang yang merebut kekuasaan demi jabatan dan uang. Tanpa kita sadari inilah yang memperparah keadaan poitik kita, baik dari kemampuan maupun integritas yang menjadi berkurang, bahkan berbagai cara orang tertentu mencoba melanggengkan kekuasaannya tapi kesenjangan itu tetap tampak nyata dimasyarakat,”tegas Bram.
Maka dari itu Ibrahim Ali mengajak seluruh elemen masyarakat Kalimantan Utara dan Kabupaten Tanah Tidung (KTT) khususnya bagi para pemuda melaksanakan perannya sebagai pengawal perubahan yaitu mendorong terjadinya inovasi daerah kearah yang lebih baik termasuk dalam politiknya.
”Kita para pemuda harus peduli dan optimis untuk menciptakan kualitas politik yang baik di negara yang tercinta ini. Karena perbaikan politik hanya akan terjadi apabila ada orang yang baik, professional, dan berintegritas masuk kedalamnya,”bebernya
Jadi patut kita pahami bersama ada lima (5) point yang patut kita pegang teguh komitmennya secara bersama-sama. pertama, memiliki visi yang jernih. Sebagai seorang pemimpin kita itu harus memiliki target yang jelas sehingga sistem kerja dapat disusun dengan baik dan dengan tahapan yang progresif. kedua, memiliki kegigihan untuk mencapai target. ketiga, bersikap kritis dan analistis. artinya sebagai seorang pemimpin yang baik, kita harus menggunakan akal sehat untuk berfikir, sehingga tidak ada hal yang langsung ditelan mentah-mentah. Keempat, sarat akan pengetahuan dan memimpin dengan memberikan contoh bukan hanya dengan instruksi. kelima, membangun hubungan yang kuat dengan orang-orang pinggiran dan jangan pernah menciptakan jarak dengan masyarakat. Dengan kata lain, kita sebagai pemimpin harus memiliki integritas agar dapat dipercaya.
Sekedar informasi Ibrahim Ali merupakan Ketua DPRD Kabupaten Tanah Tidung (KTT) Periode 2019-2024 ia lahir tepat di 37 tahun silam dan berasal darai Partai Amanat Nasional (PAN) sekaligus ketua DPW Partai PAN Kalimantan Utara (Kaltara) yang memperoleh 4 Kursi dan suara terbanyak di DPRD KTT.
Saat ini Ibrahim Ali ingin melakukan perubahan progresif dibumi KTT untuk itu ia maju sebagai bakal calon Bupati Kabupaten Tanah Tidung (KTT) berpasangan dengan Hendrik dari partai Hanura mengusung Tagline (BERSIH) bersama Relawan Sandal Jepit yang artinya ingin berjuang bersama masyarakat KTT tanpa skat dan bisa berbaur kepada semua kalangan khususnya masyarakat desa serta di usung dan didukung oleh partai PAN, Hanura dan Golkar dengan perolehan 9 kursi di DPRD KTT.
Riwayat Hidup
Nama Lengkap : Ibrahim Ali, A.Md
Istri : Vamelia, SE
Pendidikan Formal : D3 Perkebunan Politeknik Pertanian Negeri Samarinda
Pengalaman Kerja :
Anggota DPRD KTT 2014-2019
Ketua BAPEMPERDA DPRD KTT 2014-2019
Ketua Komisi II DPRD KTT 2016-2019
Ketua DPRD KTT 2019-2024
Pengalaman Organisasi:
Ketua HIMABUN Poltek Pertanian Samarinda
Ketua BEM Poltek Pertanian Samarinda
Ketua DPD KNPI KTT 2011
Ketua Kwarcab Pramuka KTT 2018-2023
Ketua PC GP ANSOR KTT 2016-2020
Ketua Cab PABSI KTT 2019
Ketua FPTI KTT 2019
Penasehat FKPM KTT 2019
Sekretaris DPD PAN KTT 2010-2015
Ketua DPD PAN KTT 2015-2020
Ketua DPW PAN Kalimantan Utara 2020-2025
Motto Hidup :
“Jadilah Manusia Yang Bermanfaat Untuk Orang Banyak, Bukan Dengan Rekayasa Tapi Ketulusan Hati”.
*MDF




