NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Bupati Nunukan Hj. Asmin Laura Hafid bersama Wakil Bupati Nunukan H. Hanafiah menghadiri acara pembukaan Ilau Dayak Tenggalan ke-V di Desa Sujau Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, pada Kamis, (13/7/23).
Bupati Laura menyampaikan, rasa bangga karena dapat hadir dan berkumpul bersama seluruh warga Dayak Tenggalan diperayaan Ilau Dayak Tenggalan kali ini.
“Merupakan satu kebanggaan dan kehormatan yang besar bagi saya dapat berkumpul bersama warga Dayak Tenggalan dalam acara Ilau kelima ini,” ucap Bupati Nunukan dua periode ini.
Laura menerangkan, Ilau merupakan ajang bagi masyarakat Dayak Tenggalan untuk memperlihatkan kepada khalayak ramai bahwa mereka sekarang sudah makin maju, makin terbuka dan terpelajar, serta siap bahu membahu membangun Kabupaten Nunukan bersama-sama dengan elemen-elemen masyarakat yang lainnya.
“Ini sebagai sebuah komunitas , masyarakat Dayak Tenggalan tidak ingin menjadi satu kelompok yang tertutup dan tidak mau berkerja sama dengan kelompok yang lain,” terang Laura.
Laura berharap Ilau ini harus dimanfaatkan untuk semakin memperkokoh jalinan persaudaraan dan persatuan diantara sesama masyarakat .
“Untuk itu saya berharap, Ilau sebagai momentum sosial, budaya, dan adat-istiadat seperti ini bisa terus dijaga, dilestarikan, serta dikembangkan dari waktu ke waktu sehingga selalu ada suasana dan hal – hal baru yang akan dihadirkan dari Ilau satu ke Ilau lainnya,” ujar Laura.
Ilau Dayak Tenggalan kali ini berlangsung hikmat dan meriah dirangkai dengan pengukuhan Pangeran Seko-5 yang dikukuhkan langsung oleh kepala Adat Besar Sebuku Dayak Tenggalan H. Pangeran Ismail PB.
Ditempat yang sama, ketua Dayak Tenggalan Kaltara Yagung Balisi mengatakan, untuk Ilau Dayak Tenggalan ke-V mengangkat tema tentang kepercayaan dan pengakuan kakek moyang.
“Tema yang kita pilih dalam acara ini adalah “Angaluat Da Budaya Mintopot Maya Da Dalan NU Akian” yang artinya “Mengangkat, Yakin dan Percaya Ikut jalani pengakuannya kakek moyang terdahulu” dengan tujuan untuk mempererat dan mempersatukan tali silaturahmi,” demikian Yagung Balisi.
Tidak hanya itu, acara ini juga dimeriahkan dengan menampilkan motif batik asli Dayak Tenggalan yaitu, Nantaabakan, Tinuntuayan, Sinangau, Sinuntuaiyan, Agiginpong, Tinambuyunan, Mondow, Pinungu, Linuang, Tiningoolun yang diperagakan oleh putra putri Dayak Tenggalan, Tari tarian dan penampilan dari konten kreator putra Daerah Kalimantan Utara yang dikenal dengan Bang Ipung. (msd/*hm/bn)
