Jadi Inspirasi Kaum Perempuan, Sahabat Laura Kini Hadir di Tarakan

oleh
oleh
Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid tampak menjalin keakraban yang erat saat berbincang melalui video call dengan sahabat Laura di Tarakan.

TARAKAN, Kaltaraaktual.com– Perempuan menjadi seorang pemimpin saat ini bukan suatu hal tidak mungkin terjadi. Faktanya, di Kalimantan Utara (Kaltara) saat ini banyak perempuan yang menjadi politisi, sebagai contoh politisi perempuan pertama yang menjadi Bupati sekaligus Bupati Nunukan dua periode Hj. Asmin Laura Hafid.

Laura sapaan akrabnya, juga hadir dalam beberapa gerakan sosial melalui yayasan yang ia bentuk, yakni Laura Hafid Peduli (LHP) tersebar di lima kabupaten/Kota Se-Kaltara yang banyak membantu masyarakat tanpa pamrih.

Atas dasar itulah sekelompok masyarakat Kota Tarakan yang notabene beranggotakan kaum hawa berinisiatif untuk bergerak mengenalkan sosok Bupati Nunukan dua periode itu di Bumi Paguntaka.

Tak hayal, menurut mereka politisi perempuan (Laura) layak dijadikan perempuan inspiratif di Kaltara dengan segudang prestasinya selama memimpin Kabupaten Nunukan, yang kemudian mereka hadir dan  tergabung dalam komunitas Sahabat Laura.

“Malam ini kami berkumpul dalam komunitas yang sama yaitu Sahabat Laura. Tujuannya untuk bersilahturahmi dengan misi memperkenalkan sosok Bupati Nunukan Ibu Asmin Laura Hafid di kota ini (Tarakan,Red),” tegas Ketua Sahabat Laura Tarakan, Ardiansyah.

Sahabat Laura Kota Tarakan.

Pertemuan Sahabat Laura di Kafe Demo Crazy Kelurahan Sebengkok pada Senin (21/3/22) malam tadi, juga dihadiri langsung oleh Asmin Laura Hafid via video call WhatsApp.

Ibu dari tiga orang anak ini, tampak menjalin keakraban yang erat saat berbincang melalui video call dengan sahabat Laura di Tarakan. Ardi menjelaskan, legalitas Sahabat Laura di Tarakan telah diperkuat dengan hadirnya Bupati Nunukan tersebut.

“Kehadiran kami (Sahabat Laura) saat ini bukan untuk kepentingan politik 2024. Tetapi bagaimana para kaum hawa di Tarakan bisa terinspirasi dengan sosok Asmin Laura Hafid. Artinya seorang perempuan juga bisa menjadi pemimpin, apalagi menjadi Bupati pertama di Kalimantan Utara ini,” jelas Ardi.

Ardi menerangkan, perempuan sekarang bukan hanya menjalani aktifitas ibu rumah tangga, akan tetapi  bisa saja aktif dan berpartisipasi membangun daerah melalui jalur politik ataupun pendidikan.

“Jangan berpikir bahwa tugas perempuan hanya di dapur, tapi bagaimana perempuan juga ikut andil dalam membangun negeri ini, karena perempuan lebih tahu masalah di dapur. Misalnya masalah minyak goreng. Perempuan harus bangkit dari persoalan di dapur, dengan cara jadilah pemimpin di antara banyaknya pria yang menjadi pemimpin,” demikian. (*KT/KA)

Tinggalkan Balasan