Jalan Apau Kayan–Mahakam Ulu Hancur, Warga Bertaruh Nyawa Demi Sembako

oleh
oleh

APAU KAYAN, Kaltaraaktual.com- Kondisi akses jalan darat dari wilayah perbatasan di Apau Kayan, Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara (Kaltara) menuju Mahakam Ulu (Mahulu), Kalimantan Timur (Kaltim), dilaporkan rusak parah dan nyaris tidak layak dilalui. Padahal, jalur tersebut merupakan satu-satunya akses utama masyarakat Perbatasan untuk memperoleh kebutuhan pokok , Bahan Bakar Minyak (BBM), serta kebutuhan lainnya.

Tokoh pemuda Apau Kayan, Elia Djalung mengungkapkan, kerusakan parah dilaporkan warga terjadi di sejumlah titik. Jalan tanah berubah menjadi lumpur dalam, banyak ruas amblas, tanjakan ekstrem licin, serta jurang di sisi jalur yang membahayakan keselamatan.

“Pada musim hujan, kendaraan kerap terjebak berhari-hari di tengah hutan. Akibat kondisi itu, perjalanan yang normalnya ditempuh beberapa hari kini dapat memakan waktu hingga satu minggu atau lebih,” kata Elia Djalung, Kamis, (19/02/26).

Baca Juga  Ramah Tamah Bersama Pegiat Fornas Kaltara, Gubernur Targetkan Masuk 10 Besar

“Tidak sedikit kendaraan logistik rusak atau terbalik saat melintasi medan berat,” sambung dia.

Dijelaskannya, salah satu titik paling berbahaya berada di Kilometer 53 Sungai Dumu, wilayah Kecamatan Sungai Boh. Di lokasi ini belum terdapat jembatan, sehingga warga terpaksa menyeberangi sungai secara langsung menggunakan kendaraan.

“Saat debit air normal, penyeberangan masih dapat dilakukan dengan risiko tinggi. Namun ketika hujan dan banjir, arus sungai menjadi deras dan tidak bisa dilintasi. Warga dan sopir logistik terpaksa bertahan di tepi sungai hingga air surut, yang bisa memakan waktu berhari-hari,” jelas Elia yang juga mantan anggota DPRD kaltara periode 2019-2024.

Baca Juga  Pulau Sapi Malinau Menjadi Sentral Panggung Inovasi Desa di Kaltara

Elia menegaskan, jalur tersebut merupakan urat nadi kehidupan masyarakat perbatasan.

“Ini jalur hidup kami. Semua kebutuhan pokok datang dari Mahulu. Kalau jalan putus atau sungai tidak bisa diseberangi, otomatis pasokan terhenti,” tegas dia.

Elia mengungkapkan, masyarakat Apau Kayan juga sangat bergantung pada pasokan barang dalam negeri dari Mahulu. Kondisi ini juga membuat warga desa terpaksa harus berbelanja ke Malaysia dengan keterbatasan infrastruktur, dan ini bukan solusi atau opsi tapi terpaksa!.

Baca Juga  Sejak Lepas dari Daerah 3T, Kini Kabupaten Nunukan Melangkah Lebih Maju

“Hambatan transportasi ini menyebabkan biaya angkut melonjak dan harga barang di kampung ikut naik. Selain kebutuhan pangan, kondisi jalan juga menghambat distribusi BBM bersubsidi untuk warga perbatasan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Warga mendesak pemerintah pusat segera memperbaiki jalan sekaligus membangun jembatan permanen di Sungai Dumu agar akses perbatasan tidak lagi bergantung pada kondisi cuaca.

“Perlu penanganan cepat terutama infrastruktur jalan dan jembatan, masyarakat khawatir harga bahan pokok dan kebutuhan hidup di Apau Kayan akan terus meningkat akibat mahalnya biaya distribusi barang dan lamanya waktu tempuh perjalanan,” tutupnya.(*)

Tinggalkan Balasan