Jalan Rusak Desa Bindala Nunukan, Pemkab Pastikan Diperbaiki

oleh
oleh

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Pemerintah Kabupaten Nunukan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) dan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) serta Badan Perbatasan telah meninjau (13/09) dan berencana akan menganggarkan untuk perbaikan dan pengerasan jalan utama yang rusak akses warga Desa Persiapan Binusan Dalam (Bindala), Nunukan.

Wakil Bupati Nunukan H Hanafiah mengatakan anggaran yang akan dipos pada perbaikan jalan di Binusan Dalam, Hanafiah menanggapi dengan tidak mau berjanji namun lebih fokus untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya tidak mau berjanji sampai ke sana tapi kita tetap fokus bagaimana bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat, kita juga tahu bahwa saja bahwa masyarakat juga sudah menghadapi berbagai persoalan yang anaknya tidak bisa sekolah karena gara-gara hujan hingga jalan becek. Kita tidak tinggal diam, kita turut prihatin dengan persoalan itu,” kata Hanafiah, Kamis (16/9).

“Mudah-mudahan nanti kalau memang itu dimungkinkan masuk di APBD perubahan akan kita lakukan, tetapi itu  kita akan bahas dengan DPRD Nunukan dan  tim anggaran,” tambahnya.

Menurut Hanafiah dari sisi lainnya, sawit merupakan sumber peningkatan pendapatan masyarakat Nunukan dalam rangka meningkatkan perekonomian namun terkadang truk-truk pengangkut sawit hanya sekedar melewati jalan dan diduga terkesan kurang bertanggung jawab.

“Kita tidak mungkin juga melarang mereka untuk melewati jalan yang sudah ada untuk  mereka (truk) mengangkut hasil hasil produksi sawitnya atau yang lain-lainnya. Paling tidak kita lakukan rekonstruksi terhadap jalan itu tetapi mungkin nanti produk akhirnya belum bisa langsung di aspal, tetapi pengerasan dulu jadi masyarakat harus bersabar dulu,” ungkapnya.

Sedangkan terkait dana Corporate Corporate Social Responsibility (CSR) Hanafiah belum mengetahui truk-truk pengangkut sawit tersebut dikelola perorangan atau warga, namun kita himbau kepada pemilik yang sawitnya diangkut keluar agar tonase angkutan sawitnya dibatasi mengingat kelas jalan Nunukan kelas 3.

“Jika ada jalan yang berlubang atau rusak, tidak ada salahnya pemilik sawit memberikan tai batu agar tidak semakin rusak parah, sebab sifat jalan ini jika  pondasi itu tergenang air akan menjadi lembek ketika dilalui oleh roda roda 4 atau roda 6 yang beratnya melampaui kapasitas tentu akan.

Ia juga menjelaskan tidak sempat meninjau jalan di Binusan Dalam dikarenakan mengikuti pembekalan dari Kemendagri.

“Sebenarnya saya yang mau ke sana tetapi karena saya mengikuti pembekalan dari Kementrian Dalam Negeri, maka saya perintahkan kepada dengan untuk melihat kondisi di lapangan berkaitan dengan jalan yang dikeluhkan oleh masyarakat,” tutur Hanafiah.

Pemerintah akan tetap berusaha untuk bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat  sebaik mungkin, namun dalam kondisi yang dihadapi permasalahan covid-19 yang menyedot anggaran cukup besar, sehingga banyak kegiatan di OPD di refocusing untuk bisa menghandle menghadapi Covid -19

Menurut informasi, dari hasil peninjaun Dinas PU-PR melalui Kabid Bina Marga dan Bappeda dan Badan Perbatasan Nunukan, didapatkan informasi perbaikan jalan tersebut direncanakan akan dianggarkan pada APBD-P tahun ini. (Kel/KA)