Kabupaten Nunukan Bakal Dibangun PLTA

oleh
oleh

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Sekretaris Daerah Nunukan, Serfianus memimpin rapat terkait rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Desa Binter Kecamatan Lumbis Ogong Kabupaten Nunukan, di ruang rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Nunukan Lantai 3 Kantor Bupati Nunukan, Rabu (15/05/24).

Adapun perencanaan pembangunan PLTA akan dikerjakan oleh PT. Sembakung Sumber Energi Lestari (SSEL) dan China Huadian Hongkong Company Limited melaksanakan  bertempat

Rapat tersebut  diawali dengan perkenalan dari tim PT. Sembakung dan China Huadian Hongkong Company Limited.

Serfianus, mengatakan pemerintah daerah menyambut baik dan sangat berterima kasih atas kehadiran perusahaan yang telah merencanakan pembangunan PLTA di wilayah terpencil yang ada di Kabupaten Nunukan.

“Tetapi sebelum hal tersebut dilanjutkan, pihak perusahaan perlu memaparkan apa rencana yang akan dilakukan kedepannya,” ucapnya.

Dikesempatan yang sama, Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Juni Mardianysah mengatakan, ada beberapa wilayah atau lokasi rencana pembangunan PLTA yang perlu dicek kembali.

“Karena, ada beberapa lahan yang disetujui namun ada juga lahan yang disetujui tetapi bersyarat,” sebutnya

“Perlu dicek kembali di lapangan lokasi rencana pembangunan PLTA, seperti letak rencana pembangunan menara bakti, perlu di koordinasikan kembali,” tambah mantan Kepala Bappeda Nunukan ini.

Sementara itu, Camat Lumbis Ogong, Musa, menyampaikan kepada tim PT. Sembakung dan China Huadian Hongkong untuk melaksanakan sosialisasi kembali kepada masyarakat yang terdampak.

“Banyak yang perlu kita pikirkan, seperti alternatif, transportasi masyarakat mengingat pembangunan nantinya akan berlangsung lama. Untuk wilayah yang terdampak itu ada sekitar sepuluh desa, dan saat ini mereka merespon positif,” kata Musa.

PT. Sembakung Sumber Energi Lestari (SSEL) telah melakukan consortium agreement dengan China Huadian Hongkong Company Limited yang merupakan perusahaan BUMN dari China yang merupakan bagian dari program kerjasama antara pemerintahan RRT dengan Indonesia dalam bentuk Business to Business untuk membangun PLTA Sembakung, dimana kesepakatan kerjasama ini telah mendapat dukungan dari National Development and Reform Commision (NDRC) atau Bappenasnya RRT.  (hm/diskominfonnk/*)