Kembali Menegaskan, Pria Ini Optimis Jadi Capresnya Puan Maharani

oleh
oleh

TARAKAN, Kaltaraaktual.com– Belum lama ini, masyarakat Kaltara Kalimantan Utara (Kaltara) sempat dihebohkan dengan ide gila salah seorang warga Tarakan, yang ingin maju dan mencalonkan diri dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2022 mendatang.

Adalah Andi Syarifuddin, warga Tarakan yang mencoba mencalonkan diri jadi Calon Presiden melalui Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Bahkan, Syarifuddin sudah melayangkan surat permohonan Capres ke Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnputri.

Tidak hanya itu, pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini siap dipasangan bersama Puan Maharani jika nantinya diberi restu oleh Megawati, untuk maju sebagai Capres pada Pilpres 2024 mendatang.

Bukan tanpa sebab Syarifuddin ingin mencalonkan diri sebagai Capres 2024, pasalnya pria tersebut melihat selama ini orang-orang yang maju pada bursa Pilpres untuk membangun bangsa, kebanyakan dari kalangan capital dan hukum capital yang berlaku.

“Kalau begini terus, lantas di mana yang namanya Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang tertuang pada sila kelima Pancasila,” tegas Syarifuddin, Jumat (04/11/2022).

Sebagai masyarakat kalangan bawah atau wong cilik, Syarifuddin menjelaskan, bahwa dirinya juga memiliki dan mencapai cita-cita hingga yang tertingg. Sehingga adanya keseimbangan antara kaum capital dan masyarakat bawah.

“Perlu diingat, masyarakat bawah juga ingin perubahan, bahkan masyarakat bawah memiliki jiwa semangat menggalang kekuatan memunculkan ide baru, jadi saya juga ingin melakukan hal yang sama seperti kaum capital,” jelasnya.

Pria yang juga kader PDIP Tarakan itu menerangkan, alasan lainnya kenapa ingin maju sebagai Capres, dikarenakan hampir sebagian besar pengamat politik mengatakan bahwa siapa pun pasangan Puan Maharani, PDIP tidak akan menang pada Pilpres 2024.

Lanjut Syarifuddin, pada dasarnya pendapat dari pengamat politik itu sah-sah saja dikarenakan pendapat tersebut didasarkan para realita yang berkembang, melalui ilmu politik berdasarkan energi positf atau prilaku positif masyarakat.

“Dalam dunia politik itu bukan hanya energi positif yang bermain, tapi ada juga energi netral dan negatifnya, jika semua energi ini kita padukan makan akan menjadi kelebihan suara bagi Puan Maharani,” terangnya.

Untuk dapat maju sebagai Capres, Syarifuddin menyebutkan, sejauh ini para elit politik hanya sibuk memikirkan energi postif dalam menggalang massa, sementara energi negatif dan netral diabaikan para elit politik.

“Kita tidak bisa mengabaikan energi positif, negatif dan netral itu karena sudah ada sejak dulu, jadi jangan terpaku dengan energi positif saja karena energi negatif juga perlu diperjuangan untuk mendapatkan kehidupan yang layak,” sebutnya.

Apalagi, dikatakan Syarifuddin, jika energi positif, negatif dan netral digabungkan maka Indonesia akan menjadi bangsa yang berkembang dan maju, yang tidak akan kehabisan energi seperti negara berkembang lainnya di dunia.

“Kan sudah ada negara yang menjadi contoh menggunakan konsep ini, seperti di negara Eropa dan barat menyebutnya lebralisasi, di China disebut keseimbangan (Yin dan Yang), kalau di agama Islam kita sebut Islam Rahmatan lil ‘Alamin,” kata Syarifuddin.

Disinggung apakah serius ingin maju jadi Capres dan bukan cari sensasi, Syrifuddin memastikan, apa yang dilakukan ini sudah dipikirkan dan diniatkan dengan matang. Tinggal kedepannya, menunggu keputusan dari Ibu Megawati selaku Ketua Umum PDIP.

“Untuk surat sudah saya kirim ke alamat pribadi Ibu Megawati langsung, infonya sudah diterima dan tengah dibahas Ibu Megawati bersama jajarannya,” bebernya.

Meski terbilang gila dan nekat, Syarifuddin menuturkan, apa yang dilakukan ini sudah mendapat dukungan dari berbagai kader PDIP dan masyarakat Kaltara, khususnya yang ada di Kota Tarakan.

“Ada yang mendukung, bahkan mereka mengatakan sah-sah saja mencalonkan diri sebagai Capres, karena hal ini merupakan hak dari setiap warga negara, tapi tetap keputusan ada pada Ibu Megawati,” pungkasnya. (Ilm/*red)