NUNUKAN, Kaltaraaktual.com- Pandemi Covid-19 berdampak banyak terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari kesehatan, sosial, hingga ekonomi. Termasuk pembatasan aktivitas skala besar yang melibatkan orang banyak, di daerah tertentu kategori Zona Merah dan Hitam positif Covid-19 terhadap pelaku usaha UMKM.
Tentulah membuat banyak usaha terhambat, PHK dimana-mana terjadi. Banyak bisnis yang terpaksa karena sulit bertahan di masa ini. Masih ada sebagian yang kreatif dan bangkit membuka usaha baru dengan memanfaatkan kondisi ini. Salah satunya adalah Andi Fajrul Syam, pemilik usaha 93 Cafe dan Resto Nunukan.
Andi Fajrul Syam bercerita, sebelum pandemi melanda, konsumen banyak dan ramai pengunjung tapi pasca pandemi yang terjadi di Nunukan, dirinya terus berupaya untuk berinovasi menjalankan usahanya.
“Memang sekarang jam operasi tempat usaha ada pembatasan jam berkunjung karena aturan pemerintah Nunukan, tapi kami tetap bisa melayani take away, apapun itu kami tetap bersyukur namun juga saya berharap jumlah angka positif Covid-19 di Nunukan bisa menurun,” ujar Andirul sapaan akrabnya, Jumat (22/01/2021).
Disisi lainnya Irul juga melihat walaupun ditengah situasi pandemi Covid-19 yang melanda Nunukan, tapi masih banyak usaha makanan dan caffe yang menjamur serta pariwisata yang bangkit.
“Saya lihat perekonomian Nunukan ini masih stabil ya, walau kita tau pandemi Covid-19 masih ada, tapi dengan semakin tingginya animo masyarakat membuat usaha seperti cafe dan resto ini,”kata dia.
93 Cafe dan Resto yang terletak di jalan antasari, Nunukan Tengah ini, terus berinovasi yakni dengan merenovasi tempat usahanya agar pengunjung bisa nyaman namun tetap mengikuti protokoler kesehatan (Prokes).
Sementara itu, Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid di Nunukan, (22/01) mengatakan jumlah usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bertambah. Dari laporan Dinas Koperasi dan UMKM jumlah UMKM saat ini sudah berjumlah 13.000 usaha dibandingkan sebelum Covid-19 baru mencapai 2.400-an pelaku usaha.
“Sebelumnya jumlah UMKM di Nunukan sebanyak 2.400 usaha, sekarang menjadi 13.000 usaha baik produksi maupun kuliner,” kata Laura.
Artinya, pelaku UMKM di Kabupaten Nunukan selama pandemi Covid-19 menandakan perekonomian tetap stabil dilihat dari animo pengunjung setiap cafe dan warung makan cukup tinggi.
Bupati Nunukan ini salut, walau ada pandemi Covid-19 inovasi dan kreatifitas masyarakat khususnya pelaku usaha tetap tinggi demi menjaga perekonomian daerah.(***)
