TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Pengurus Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Bulungan periode 2026–2030 resmi dilantik dalam sebuah seremoni yang digelar di Hotel Luminor, Sabtu (07/03/26). Pelantikan ini menandai dimulainya kepemimpinan Adymas Putro Utomo sebagai Ketua KORMI Bulungan dengan visi memperkuat olahraga masyarakat yang berdampak pada kebugaran sekaligus ekonomi daerah.
Adymas menegaskan bahwa KORMI memiliki peran penting dalam mengembangkan olahraga masyarakat sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Keolahragaan.
“Dalam undang-undang disebutkan ada tiga jenis olahraga, yakni olahraga pendidikan, olahraga masyarakat, dan olahraga prestasi. Hari ini kita semua yang hadir di sini mengambil peran pada olahraga masyarakat. Tanggung jawab kita adalah bagaimana memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat,” ujar Adymas.
Menurutnya, olahraga masyarakat tidak hanya berdampak pada kesehatan, tetapi juga memiliki potensi besar dalam mendorong aktivitas ekonomi dan sosial di daerah.
Adymas juga menyampaikan bahwa kepemimpinannya akan melanjutkan fondasi yang telah dibangun oleh pengurus sebelumnya, termasuk berbagai kegiatan yang telah menjadi identitas KORMI Bulungan.
“Pondasi yang sudah diletakkan oleh pengurus sebelumnya, khususnya oleh Bang Sarwani, akan terus kami perkuat. Salah satu legasi yang sudah ada adalah Festival Sungai Kayan yang akan terus kita kembangkan,” katanya.
Untuk periode kepemimpinan 2026–2030, KORMI Bulungan mengusung visi inovatif, inklusif, dan berkelanjutan guna mewujudkan masyarakat Bulungan yang bugar dan bahagia pada 2030 dengan tagline KORMI Bulungan Adaptif.

Visi tersebut dijalankan melalui tiga misi utama, yakni mengaktualisasikan olahraga masyarakat, meningkatkan kolaborasi lintas sektor, serta membudayakan olahraga yang mampu menumbuhkan kegembiraan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Adymas juga memperkenalkan strategi yang disebut“Kuda Troya Inorga”, sebuah konsep integrasi yang melibatkan berbagai induk organisasi olahraga (Inorga) di bawah KORMI.
Konsep tersebut merupakan akronim dari kepemudaan, pariwisata, olahraga, ekonomi, dan budaya yang diharapkan dapat menjadi motor penggerak kegiatan masyarakat serta membuka peluang ekonomi baru di Bulungan.
“Melalui Inorga, kita ingin meramu kegiatan olahraga dengan budaya, pariwisata, dan ekonomi sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris KORMI Kaltara, Suryanata Al Islami yang mewakili Ketua KORMI Kaltara mengapresiasi konsep yang diusung KORMI Bulungan. Ia menilai Bulungan menjadi daerah pertama di Kaltara yang memiliki tagline “KORMI Adaptif.”
“Dari empat kabupaten dan satu kota di Kaltara, Bulungan menjadi yang pertama memiliki tagline KORMI Adaptif. Ini menunjukkan semangat baru untuk berkolaborasi dengan berbagai sektor,” ujarnya.
Suryanata juga berharap KORMI Bulungan dapat terus berkontribusi dalam berbagai kegiatan daerah, seperti festival budaya, pariwisata, hingga pengembangan ekonomi kreatif berbasis olahraga masyarakat.
Selain itu, ia mendorong KORMI Bulungan untuk mempersiapkan atlet dan penggiat olahraga rekreasi agar dapat berpartisipasi dalam Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS) 2027 yang akan digelar di Sulawesi Tengah.
“Melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah dan berbagai pihak, kita berharap kontingen Bulungan bisa ikut berkontribusi dan membawa nama Kalimantan Utara lebih baik di FORNAS 2027,” tutupnya. (**)



