NUNUKAN, Kaltaraktual.com -Sebagai langkah antisipasi dini terhadap peristiwa yang sama terulang kembali, pada pencoblosan pelaksanaan pilkada serentak 2020 nanti. KPU Nunukan, Kalimantan Utara akan mengerahkan 80 relawan yang disebut Relawan Demokrasi.
Mengacu pada hasil pemetaan distribusi partisipasi pemilih pada pilpres dan pileg 2019 lalu menunjukkan tiga kecamatan yang tergolong tingkat persentase partisipasi pemilihnya dianggap rendah, membuat perhatian tersendiri bagi penyelenggara pemilu pilkada serentak 2020 ini.
Perlu diingat Pilkada serentak akan dilaksanakan pada 9 Desember 2020 di Kabupaten Nunukan dalam pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur dan Bupati-Wakil Bupati Nunukan.
Sekaitan dengan hal tersebut, Ketua KPU Nunukan, Rahman mengatakan KPU telah merancang dan akan membentuk relawan demokrasi. Jumat Kemarin, (24/7).
Menurut Rahman, ada 80 relawan yang direkrut akan mengsosialisasikan pelaksanaan pilkada serentak ini secara masif pada semua tempat pemungutan suara (TPS).
“Relawan ini akan bertugas membantu KPU Nunukan selama tiga bulan sebelum hari H pencoblosan. Guna menyampaikan kepada warga khususnya pemilih yang terdaftar pada daftar pemilih tetap (DPT) atau belum sempat dicoklit oleh petugas PPDP,”ujar Rahman
Relawan ini nantinya dikerahkan pada seluruh kecamatan dengan prioritas wilayah-wilayah yang partisipasi pemilihnya rendah pada saat pemilihan Presiden-Wakil Presiden 2019 lalu.
KPU Nunukan telah memetakan kecamatan dengan partisipasi pemilih yang rendah pada pemilu sebelumhya yaitu Kecamatan Nunukan, Sebuku dan Seimenggaris.
Sebab, ketiga kecamatan ini menjadi perhatian KPU Nunukan dengan mengerahkan relawan demokrasi pada pilkada serentak ini.
Rahman berharap, tingkat partisipasi masyarakat pada pilkada Gubernur-Wakil Gubernur Kaltara dan pemilihan Bupati-Wakil Bupati Nunukan dapat meningkat dibandingkan pemilu sebelumnya.
*R.Man/MDF


