NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Sebanyak 105 peserta Pelantikan dan pengambilan sumpah janji anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-kabupaten Nunukan yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Laura Nunukan, Rabu (04/01/23).
Kegiatan pelantikan anggota PPK ini dihadiri oleh ketua DPRD, Jajaran Forkopimda kab nunukan, ketua RRI, ketua KPU ketua Bawaslu, Danramil, Polres Nunukan, Satpol-PP, juga di hadiri oleh beberapa ketua partai politik Kab Nunukan.
Pada pelantikan ini total peserta yang mengikuti pelantikan berjumlah 105 peserta, pada pelantikan ini ada beberapa peserta yang di lantik via daring khususnya yang berapa di wilayah 3 (Krayan) sebanyak 16 peserta.
Dalam sambutannya ketua KPU Nunukan Rahman menyampaikan, pelantikan pada hari ini dihadiri oleh perwakilan dari 21 kecamatan 105 orang. “Semua peserta pelantikan merupakan hasil pilihan dari para pimpinan KPU Kab Nunukan yang mengikuti seleksi dari sekian banyak hampir 400 orang yang mengikuti seleksi ini,” ujarnya.
Rahman memberikan apresiasi kepasa teman teman PPK yang baru dilantik ini, dari 105 jumlah peserta PPK ada sekitar 22 orang peserta perempuan yang terpilih sebagai anggota PPK.
“Karena belum dilantik saja sudah membantu kami untuk merekrut PPS, hampir 2000 orang calon PPS,” ungkapnya.
Dirinya menjelaskan, sebagai penyelenggara pemilu hal yang paling penting kita harus bekerja berdasarkan intensitas kita, profesional, dan netralitas. “Kalo ada penyelenggara yang tidak netral bagaimana masyarakat mau percaya, netral saja belum tentu di dipercaya apalagi kalo tidak netral,” jelas Rahman.
Pada Kesempatan ini Bupati Nunukan yang diwakili oleh muhammad Amin mengatakan, Saat ini tahapan menuju pemilu tahun 2024 sudah mulai berjalan, KPU telah menetapkan partai partai politik yang akan ikut berlaga dalam pemilu tahun 2024.
“Atas nama pemerintah Kabupaten Nunukan, saya mengucapkan selamat kepada seluruh anggota PPK yang telah dilantik pada hari ini. Semoga PPK yang dilantik pada hari ini mampu menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya,” ujar Muhammad Amin.
Sebagai pelaksana teknis pemilu di tingkat kecamatan, PPK harus mampu memahami seluruh regulasi yang telah ditetapkan. PPK juga harus mampu menjaga netralitasnya.
Netralitas dan profesionalisme ini menjadi begitu penting, karena kekuatan PPK sejatinya memang berada di kedua aspek tersebut. Menurutnya tanpa netralitas, PPK akan sangat mudah dipengaruhi oleh pihak-pihak lain, yang hanya akan membuat pemilu menjadi tidak adil.
Ia mengharapkan PPK mampu membangun komunikasi yang baik dan efektif kepada semua stakeholder yang terkait dengan pemilu. Baik partai politik, aparat keamanan, panwaslu, hingga tokoh-tokoh masyarakat, sehingga PKK bisa mendapatkan dukungan yang penuh dalam melaksanakan tugas-tugas yang diembannya.
“Saya yakin jika semua stakeholder yang terkait dengan pemilu bisa bersinergi dengan baik, maka kita optimis pemilu tahun 2024 mendatang akan berlangsung dengan baik. Membawa kegembiraan bagi seluruh masyarakat, pemilu yang menyatukan, dan membawa harapan, bukan pemilu yang menakutkan, dan memecah belah persatuan dan kesatuan masyarakat,” ucapnya. (erw*ka)
