
TANJUNG SELOR – Setiap tahun Kabupaten Kota di Kalimantan Utara terus mendapat kuota tambahan bahan bakar minyak bersubsidi, tentunya penambahan itu sesuai usualan dan rekomendasi dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi.
“Kita pantas bersyukur karena setiap tahun kuota BBM bersubsidi kita bertambah, sehingga tak terjadi lagi kelangkaan, ” ujar Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Utara, Ferdy Manurun Tanduklangi, kemarin.
Diketahui lanjutnya, untuk penambahan itu, cukup lumayan banyak, yakni berkisar antara 10 hingga 20 persen.
Menyinggung kerap “mengularnya” kendaraan yang antre di SPBU yang ada di Tanjung Selor, Ferdy, menjelaskan bahwa hal tersebut bukan berarti akibat tak ada nya stok BBM, melainkan lebih dikarenakan jumlah kendaraan yang terus bertambah sementara SPBU yang ada cuma satu.
Karenanya kedepan Tanjung Selor sebagai ibukota Provinsi Kalimantan Utara akan berupaya ada penambahan SPBU baru yang dikelola oleh pihak swasta.
“Untuk Tanjung Selor, minimal ada 5 unit SPBU, baru bisa berimbang untuk melayani jumlah kendaraan yang terus bertambah, ” imbuh nya.
Apalagi letak Tanjung Selor persis berada ditengah pelintasan yang menghubungkan Kalimantan Timur dan beberapa daerah yang ada di Kalimantan Utara. Tentu SPBU yang ada tidak saja melayani kendaraan setempat, kendaraan-kendaran yang berasal dari luar juga perlu mengisi BBM saat melintas. * ton.