Laura Lanjutkan Pengabdian di Nunukan, Faridil Murad Pamit

oleh
oleh
Faridil akhirnya bisa berbangga dan menarik nafas lega karena penerusnya adalah H. Hanafiah sebagai wakil bupati Nunukan yang mendampingi Hj.Asmin Laura Hafid (AMANAH) untuk Periode 2021-2024.

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Hari Pemerintah Kabupaten Nunukan di bawah kepemimpinan Bupati Hj. Asmin Laura Hafid dan Wakil Bupati H. Faridil Murad secara resmi berakhir Senin, (31/05/2021).

Hj. Asmin Laura Hafid masih akan melanjutkan pengabdiannya sebagai Bupati Nunukan hingga tahun 2024, sementara H. Faridil Murad akan kembali berkumpul bersama keluarganya tercinta. Posisi wakil bupati Nunukan akan digantikan oleh H. Hanafiah, yuniornya di Pemerintahan yang sama-sama dan merintis dari awal pembentukan Pemerintahan Kabupaten Nunukan.

Sosok Faridil Murad yang mendampingi Laura Hafid sudah banyak memberikan sumbangsih ide, gagasan dan pemikiran yang sudah diberikan oleh Faridil Murad dalam menjalankan roda pemerintahan selam kurang lebih 5 tahun.

Secara umur Faridil jauh lebih senior, namun Bang Haji sapaan akrabnya, dapat memposisikan dirinya sebagai orang nomor dua di pemerintahan dengan sangat baik, karena kepemimpinan birokrasi yang sudah malang melintang yang ia jalani dan Laura mewakili politisi memimpin Kabupaten Nunukan berjalan ideal.

Jika di beberapa daerah lain kita sering mendengar adanya rivalitas antara bupati dan wakil bupati, maka hal seperti itu nyaris tidak pernah kita dengar selama pemerintahan ADIL. Bupati dan wakil bupati bisa  berbagi peran dan saling mengisi antara satu dengan yang lain sehingga jalannya roda pemerintahan menjadi  lebih efektif dan produktif.

Di pemerintahan ini, tidak ada istilah ‘matahari kembar’, tidak muncul perasaan sama-sama punya kuasa, merasa lebih pintar, dan merasa paling bisa. Bupati Laura bahkan sudah menganggap Faridil sebagai ‘orang tuanya’ sendiri.

Tak disangka keduanya begitu kompak menahkhodai pemerintah Kabupaten Nunukan sampai di ujung masa jabatannya, dan mengakhirinya dengan soft landing, pendaratan yang sempurna. Meski kita tahu bersama bahwa tantangan yang dihadapi di era pemerintahan keduanya begitu kompleks.

Sebagai seorang insinyur dan menguasai persoalan-persoalan teknis, Faridil Murad lebih senang berjalan kaki ratusan meter di areal persawahan yang becek untuk mengecek dan mengawasi pembuatan saluran irigasi, ketimbang duduk manis dari balik meja kantornya. Sementara sebagai kepala pemerintahan, Bupati Laura bisa lebih fokus mengendalikan dan mengambil kebijakan-kebijakan pemerintahan demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.

Alhasil, kombinasi politisi-birokrasi itu berhasil mencatatkan sederet prestasi dan piagam penghargaan dari berbagai pihak selama lima tahun ini. Yang paling mentereng, Pemerintah berhasil menyabet opini WTP dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) lima kali berturut-turut. Semua itu tentu tidak bisa dilepaskan dari peran dan sumbangsihnya seorang Faridil Murad, anak kolong yang sudah kenyang makan asam garamnya dunia birokrasi.

Setelah saatnya harus meninggalkan dunia pemerintahan yang begitu dicintainya, Faridil akhirnya bisa berbangga dan menarik nafas lega karena penerusnya adalah H. Hanafiah sebagai wakil bupati Nunukan yang mendampingi Hj.Asmin Laura Hafid (AMANAH) untuk Periode 2021-2024.

Koleganya yang selama ini terkenal memiliki dedikasi dan loyalitas yang tidak perlu diragukan dalam melayani masyarakat sebagai birokrat. Pernah sama-sama mencapai puncak karier sebagai ASN, Faridil optimis penggantinya akan bisa meneruskan perjuangannya. (*Humas/KA)

Tinggalkan Balasan