NUNUKAN, Kaltaraaktual.com- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), H. Ladullah, menggelar kegiatan serap aspirasi pada Minggu (22/2/26) di Kantor PKS, Jalan Angkasa No.10, Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan.
Dalam pertemuan tersebut, Ladullah menyampaikan bahwa setiap wilayah di daerah pemilihannya memiliki persoalan yang berbeda, sesuai dengan kondisi dan karakteristik masing-masing.
“Setiap wilayah berbeda-beda yang disampaikan ke kami, sesuai dengan keadaan tempat yang kami tempati,” ujarnya.
Ia mencontohkan, masyarakat di wilayah Sebatik banyak menyampaikan persoalan ketersediaan pupuk, khususnya untuk kebutuhan perkebunan kelapa sawit. Hingga kini, kata dia, petani masih mengalami kesulitan memperoleh pupuk.
“Di Sebatik itu tentang persoalan pupuk. Sampai sekarang mereka agak sulit mendapatkan pupuk untuk kelapa sawit,” jelasnya.
Sementara itu, di wilayah Nunukan, aspirasi warga lebih banyak menyoroti harga rumput laut yang terus mengalami penurunan. Menurut Ladullah, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius, terutama melalui regulasi harga di tingkat provinsi agar tidak terus merosot.
“Kita akan sampaikan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara tentang regulasi harga rumput laut supaya tidak terus-menerus anjlok sampai sekarang,” tegasnya.
Ia mengakui bahwa secara kelembagaan persoalan harga rumput laut menjadi ranah Komisi II DPRD. Namun, meskipun dirinya bertugas di Komisi I, ia menegaskan tetap dapat berkoordinasi dan menyampaikan aspirasi tersebut, mengingat daerah pemilihannya merupakan salah satu penghasil rumput laut terbesar di Kaltara.
Selain mendorong regulasi harga, Ladullah juga mengungkapkan rencana pengembangan industri rumput laut yang berpotensi dipusatkan di kawasan Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI). Jika rencana tersebut terealisasi, seluruh hasil rumput laut dari Nunukan maupun Tarakan akan diarahkan ke kawasan itu untuk diolah lebih lanjut.
“Insya Allah kalau pembangunannya di kawasan KIPI, maka semua produk rumput laut dari Nunukan maupun Tarakan akan kita tarik ke sana,” katanya.
Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan mendasar di Kabupaten Nunukan yang perlu dibenahi, di antaranya ketersediaan air bersih dan listrik yang hingga kini masih menjadi keluhan sebagian masyarakat. (okt/red)








